PAMSIMAS Sanitasi Berbasis Masyarakat

Menjangkau Pelosok Pedesaan

CIANJUR – Meski masih musim hujan, untuk menghadapi musim kemarau Asosiasi Tirta Maju Karya Abadi (TMKA) sudah membentuk 34 unit kelompok Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), berbasis pedesaan di Kabupaten Cianjur. Asosiasi TMKA menyasar warga yang sering mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Pada 2019 ini Asosiasi TMKA berencana untuk memperluas pembentukan PAMSIMAS di setiap pelosok desa yang ada di Kabupaten Cianjur. Terlebih, untuk mempersiapkan warga pelosok menghadapi musim kemarau.

Ketua Asosiasi TMKA, Asep Sobandi, mengatakan, di Cianjur Selatan saat kemarau tiba warga masih harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan minum dan kebutuhan mandi cuci kakus (MCK)

Maka dari itu, pihaknya berencana untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan program PAMSIMAS.

“Masyarakat yang sudah mempunyai dan membentuk PAMSIMAS di desanya, saat ini tidak kerepotan kalau kemarau datang. Sebab mereka sudah punya fasilitas seperti pipa jaringan, menara air, hingga keran bersama untuk digunakan jikalau terjadi kemarau,” kata Asep Sobandi, Rabu (7/8).

Asep mengatakan, keberadaan asosiasi TMKA sendiri sudah ada sejak 2017 lalu di Cianjur dan secara resmi terbentuk pada pertengahan 2018 lalu. Awal mula terbentuknya asosiasi tersebut, muncul dari kekhawatiran Asep bersama rekannya melihat kondisi masyarakat yang kesulitan mengkses air bersih, terlebih jika terjadi kemarau panjang.

“Di Cianjur potensi pengelolaan pengairan sangat besar. Hampir seluruh wilayah di Cianjur mempunyai sumber air seperti air permukaan, air tanah, hingga mata air. Namun kenapa tidak bisa diakses oleh warga, itu karena masyarakat terkendala oleh alat serta fasilitasnya,” ujarnya.

PAMSIMAS juga mendorong peningkatan derajat kesehatan warga Cianjur lewat sanitasinya, karena menjangkau aspek pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat. Pembentukan kelompok swakelola akan menghasilkan pundi rupiah bagi masyarakat.

“Program ini juga harus diperhatikan oleh pemerintahan desa, dan untuk perawatan, pengembangan juga bisa menggunakan dana desa (DD),” katanya.(yis/sri).

pamsimassanitasi
Comments (0)
Add Comment