BNI Pastikan Nelayan Dapat Akses Perbankan

SUKABUMI – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memastikan nelayan di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, mendapatkan akses perbankan yang murah, mudah, juga disertai pendampingan nelayan dalam hal menjual hasil tangkapannya. Berbagai kemudahan yang diberikan BNI itu melalui Gerai Fish Mart dengan layanan Agen Lakupandai BNI atau Agen46.

“Kehadiran Agen46 diharapkan dalam lebih meningkatkan literasi keuangan masyarakat Ciwaru. Layanan yang diberikan oleh Agen46 antara lain pembukaan rekening, tarik, setor, pemindahbukuan, berbagai pembayaran layanan masyarakat dan lain sebagainya,” ujar General Manajer Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BNI, Bambang Setyatmojo, usai peresmian Peresmian Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Online dan Gerai Fishmart di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (20/7).

Bambang mengatakan, inisiasi kerja sama dengan menggandeng FishOn merupakan wujud kontribusi BNI untuk mensyejahterakan nelayan. Satu di antaranya melalui penyediaan akses perbankan yang mudah dan murah di sektor kemaritiman. Dengan harapan, masih kata Bambang, gerakan ini akan menjadi salah satu penopang program pemerintah dalam upaya meningkatkan produktivitas nelayan, pemerataan pendapatan, dan pengentasan kemiskinan.

“BNI berkomitmen mensukseskan pembangunan perekonomian Indonesia guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera. Melalui program ini, Nelayan akan lebih mudah melakukan transaksi dalam hal menjual hasil tangkapannya. Bahkan saat mereka masih melaut,” ujarnya.

Pada acara tersebut, BNI memberikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa satu unit mobil ambulan dan satu unit kapal latih nelayan berukuran 5 GT. Pada kesempatan itu juga dilaksanakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada nelayan.

KUR tersebut menambah portofolio penyaluran KUR BNI tahun 2019, di mana hingga 30 Juni 2019 KUR yang disalurkan BNI mencapai Rp 9,37 triliun yang menyentuh 109.020 penerima KUR di seluruh Indonesia. Selain itu, penyaluran ini juga menambah portofolio BNI di bidang kemaritiman yang saat ini telah mencapai lebih dari Rp 16 triliun.

“Intinya, BNI bersama perusahaan start up yang bergerak di bidang perikanan Fish On, jugaKementerian Koordinator Kemaritiman, bahu membahu memastikan nelayan Sukabumi semakin mudah menangkap ikan melalui aplikasi yang disediakan Fish OnOn. Terus, nelayan juga dibantu agar semakin mudah mengakses permodalan melalui BNI agar usaha perikanan mereka terus maju dan menyejahterakan,” pungkasnya.

Program ini merupakan kelanjutan dari pembentukan ekosistem nelayan berbasis digital yang sebelumnya telah dilakukan dengan menggunakan Aplikasi Fish On. Aplikasi ini dapat mempermudah nelayan dalam mencari ikan, menjual ikan hasil tangkapannya, hingga memberi kebutuhan melaut dari nelayan.

Menurut salah seorang ketua rukun nelayan, Atin Bongsang, saat ini telah terdaftar 215 nelayan di sekitar Desa Ciwaru yang tergabung dalam program ini.

“Nelayan Desa Ciwaru telah mencoba layanan aplikasi FishOn selama tiga bulan. Dengan salah satu fitur unggulan dari aplikasi tersebut, yakni mengetahui posisi ikan di tengah laut secara akurat. Terjadi peningkatan hasil tangkapan nelayan pancing dari sebelumnya hanya 15-20 kg per hari menjadi rata-rata 80-150 kg per hari per nelayan, ” katanya.

Atin berharap, program tersebut dapat memperkaya ekosistem berbasis digital yang dapat membantu nelayan meningkatkan taraf hidup dan produktivitasnya.

“Keseluruhan ekosistem berbasis digital ini diharapkan dapat membantu nelayan, mulai dari kemudahan mencari ikan, menyediakan mini process agar hasil tangkapan dapat lebih lama disimpan dan tetap segar, dan market place penjualan hasil tangkapan melalui TPI Online dan kebutuhan melaut nelayan melalui Gerai Fishmart, serta memberikan pendampingan pada nelayan,” pungkasnya.

Hadir pada kesempatan tersebut Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Sukabumi H Marwan Hamami, General Manajer Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BNI Bambang Setyatmojo, CEO BNI Wilayah Bandung Haris A Handoko, Direktur Utama FishOn Fajar Widisasono, serta lebih dari 200 nelayan. (job3)

bninelayanm akses perbankan
Comments (0)
Add Comment