TNGGP Imbau Pendaki Tidak Buang Sampah Sembarangan

CIANJUR – Masalah sampah masih menjadi perhatian serius di areal pendakian Gunung Gede Pangrango. Adanya oknum pendaki yang masih kurang sadar bagaimana menjaga alam dan tidak membuang sampah sembarangan.

Persoalan tersebut menjadi perhatian 97 anggota Volunteer Montana Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Mereka tak bosan-bosan bertugas untuk memberikan edukasi terhadap para pengunjung yang akan melakukan pendakian.

Ketua Volunteer Montana Resort Cibodas M Arif Gunawan mengatakan, musim ini memang banyak yang melakukan pendakian sehingga tak sedikit sampah yang ditinggalkan para pendaki. Menurutnya hal tersebut merupakan tanggungjawab bersama.

“Sampah saat ini paling disoroti, karena banyak sekali sampah mulai dari sampah sisa makanan dan plastik,” kata Arif Gunawan atau yang biasa dipanggil Oyot, kepada Cianjur Ekspres.

Oyot mengatakan, jumlah anggota Volunteer Montana ini kurang lebih ada 97 orang. Namun yang masih stanbay di kantor kesekretariatan Montana hanya sekitar 10 orang. Sisanya ada yang bekerja dan memiliki aktivtas lain.

“Banyak pendaki yang masuk jalur Resort Cibodas, tapi dengan keterbatasan anggota kita tetap berupaya untuk memberikan pelayanan maksimal kepara pendaki,” katanya.

Dikatakan Oyot, Montana merupakan mitra kerja TNGGP yang diperbantukan bagi pengunjung atau para pendaki. Selain itu kegiatan Montana juga mengawasi langsung para pendaki karena dikhawatirkan akan terjadi hal yang tak diinginkan

“Fungsi kami sebagai relawan Montana ini yang memberikan pengawasan terhadap para pendaki, dengan begitu paling tidak bisa meminimalisir hal tak diinginkan,” katanya.

Sebagai volunteer, pihaknya juga terus-terusan mengingatkan khususnya bagi para pendaki agar selalu waspada dan yang paling terpenting menjaga kesetabilan tubuh.

“Kalau setiap kasus yang kita tangani, hampir rata-rata para pendaki itu kekurangan daya tahan tubuh karena sebelumnya memang tidak makan terlebih dahulu atau minimnya logistik yang dibawa pendaki,” ujarnya.

Menurutnya, pendaki diperbolehkan untuk membawa peralatan seperti kompor mini untuk kebutuhan memasak air panas.

“Terkecuali bahan yang sifatnya dapat mencemari lingkungan, seperti diterjen, membuat perapian (api unggun) dan senjata api itu tidak diperbolehkan,” katanya.

Dikatakan Oyot, untuk medan jalan dari Resort Cibodas memang jaraknya cukup jauh untuk tiba ke alun-alun Suryakencana Gunung Gede dengan ketinggian 2.958 MDPL membutuhkan waktu sekitaran 10 KM atau perjalanan kurang lebih 10 jam. Medan perjalanan harus melawati Kandang Badak atau tempat Kemset (area camp) terlebih dahulu. Selanjutnya apabila pendaki akan melanjutkan ke Gunung Pangrango dengan ketinggian 3.019 MDPL atau sekitaran 3 jam perjalanan dari Kandang Badak.

“Jadi untuk pengunjung yang akan melakukan pendakian sebenarnya bisa melewati pintu masuk Gunung Putri, dan Resort Cibodas. Kalau berdasarkan kuota per harinya TNGGP menyiapkan 600 pendaki per harinya namun terbagi menjadi 3 bagian diantaranya pintu masuk Resort Cibodas 300 orang, Gunung Putri 200 orang, dan satu lagi pintu masuk Salabintana Sukabumi 100 orang,” katanya.

Adapun kaitan dengan fenomena embun berubah menjadi kristal es, menurutnya bukan hal yang aneh. Karena peristiwa tersebut rutin terjadi dalam setiap tahunnya mulai dari bulan Juni, Juli dan puncaknya pada bulan Agustus.(yis/sri)