Ade Yudi Darajat: Sekolah Tidak Hanya Butuh Sebatas Sekolah

Wisuda Jadi Ajang Promosi Sekolah

CIANJUR – Pentas seni teater dan upacara adat meriahkan pelepasan atau wisuda siswa di SMP IT Al-Manshuriyyah dan SMK It Taruna Ansor, yang dihadiri oleh para orangtua siswa dan tamu undangan, belum lama ini. Acara wisuda tersebut juga dimeriahkan oleh marawis dan gambus Forssi Cirebon.

Ketua Yayasan SMP It Al-Mansyuriah dan SMK IT Taruna Ansor, Ade Yudi Darajat mengatakan, kegiatan tersebut diadakan bertujuan untuk memberikan semangat kepada anak dan sebagai ajang sosialisasi sekolah.

“Kegiatan selama KBM kebetulan kegiatan KBM ini kurikulum berbasis pondok pesantren (Ponpes) dengan kurikulum Dinas Pendidikan Nasional. Jadi sekolah yang berbasis pesantren, karena di sini juga megangkat isu salafi tetap berjalan sesuai dengan sistem kesalafiannya tetap ada dan terjaga, jadi ini semi boarding school,” kata dia kepada Cianjur Ekspres, belum lama ini.

Jumlah siswa siswa SMP yang diwisuda tahun ini sebanyak 69 siswa, sementara untuk SMK sebanyak 20 siswa. berbagai rangkaian acara dalam wisuda tersebut diantaranya ada upacara adat, pentas seni teater dan kreasi siswa lainnya.

“Ini dianggap sekolah baru, karena baru berjalan tiga tahun atau dua kali angkatan, ini bagian dari sosialisasi juga, media silaturahmi juga tiap tahunnya dengan masyarakat sekitar. Juga eksistensi sekolah bahwa keberadaan sekolah hari ini adalah betul-betul sudah dilegilisasi oleh pemerintah dalam bentuk akreditasi,” ungkapnya.

Harapannya sudah jelas, lanjut dia, bermanfaat bagi masyarakat sekitar umumnya bangsa dan negara, artinya mempunyai niatan bahwa sekolah ini tidak hanya butuh sebatas sekolah.

“Kalau hanya sekedar mendirikan sekolah gampang, tetapi kan dulunya penyelamatan sekolah yang bubar kemudian kami dirikan kembali dengan harapan bahwa ini jadi jawaban untuk masyarkat. Sekolah ini adalah haluan ahli sunah wal jamaah berbasiskan ponpes salafi perpaduan kurikulum pendidikan nasional Kemendikbud, tetapi dengan harapan banyak manfaat kaderisasi nahdlatul ulama ,” pungkasnya (job3/sri).