Inilah Lima Lokasi Kebakaran Dalam Sehari

CIANJUR – Unit Pemadam Kebakaran Cianjur mencatat ada lima peristiwa kebakaran di wilayah perkotaan Cianjur pada Selasa (25/6). Warga pun diimbau untuk lebih waspada dan menghindari setiap hal yang memicu kebakaran.

Danru 2 Unit Pemadam Kebakaran Cianjur kota, Hendra Gunawan, mengatakan, khusus di wilayah perkotaan, peristiwa kebakaran pertama terjadi di kawasan Pasar Muka di jalan Pasar Baru Kelurahan Maka Kecamatan Cianjur, dimana sebuah Ruko terbakar dengan satu orang korban meninggal dunia.
Tidak lama dari kejadian itu, kebakaran kembali terjadi di Kampung Cihampelas Desa Cibinonghilir Kecamatan Cilaku. Meski tidak mengakibatkan korban jiwa, kebakaran rumah pribadi tersebut mengakibatkan kerugian mencapai Rp 80 juta.
“Lokasi ketiga di Rawabango Desa Bojong, sebuah gudang penyimpangan kasur lantai terbakar akibat hubungan pendek arus listrik,” kata dia.
Dia mengungkapkan, waktu kejadian ketiga peristiwa kebakaran ini saling berdekatan, sehingga cukup menyulitkan petugas. Pasalnya baik unit mobil pemadam hingga petugas harus dibagi tugas.
“Untuk yang di Ruko itu pada pukul 04.30 Wib, kemudian di Cibinonghilir pada pukul 08.00 Wib, terakhir di rawabango itu sekitar pukul 09.30 WIB. Petugas jadi harus dibagi-bagi supaya semuanya bisa ditangani,” kata dia.
Selain kebakaran di wilayah perkotaan, terjadi juga kebakaran di dua wilayah lainnya, yakni sebuah rumah di Desa Cibadak Keamatan Sukaresmi pada pukul 07.00 Wib dan sebuah rumah di DEsa Neglasari Kecamatan Cikalongkulon pada pukul 01.00 Wib.
 
Dengan banyaknya kejadian kebakaran tersebut, Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur mengimbau masyarakat memasuki musim kemarau untuk tidak membakar lahan perkebunan dan area hutan dan selalu meningkatkan kewaspadaan kebakaran. 
Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Muzani Saleh, mengatakan, kejadian kebakaran lahan setiap memasuki musim kemarau selalu mengalami peningkatan, karena banyak lahan ilalang kering yang mudah terbakar akibat faktor cuaca panas dan faktor kelalaian manusia.
“Saat musim kemarau jumlah kebakaran biasanya mengalami peningkatan, kalau dibandingkan dengan musim hujan, mengalami peningkatannya sekitar 20 persen,” kata dia.
Dia mengatakan saat ini memang sudah memasuki musim kemarau, untuk mengurangi terjadinya kebakaran lahan dan area hutan saat ini pihaknya sudah melakukan antisipasi kebakaran hutan dan lahan dengan melakukan sosialisasi dan monitoring dimasing-masing wilayah.
“Kami sudah melakukan upaya antisipasi dengan cara sosialisasi dan edukasi terhadap masyrakat oleh setiap petugas Mako masing-masing diwilayahnya,” kata dia.
Muzani menambahkan setiap petugas pemadam kebaran selalu dalam keadaan siap, selain itu juga sejumlah alat pembantu pemadam dan mobil pemadam kebaran sudah disediakan dalam keadaan siap pakai.

“Saat ini Pemadam kebaran Cianjur memiliki 9 unit armada mobil kebaran, yang tersebar diseluruh Mako pemadam kebakaran Cianjur,  tiga unit ada di Mako utama Jebrod, dua unit di Mako di Cipanas dan sisanya berada di Mako Ciranjang, Cikalong, Cibeber dan Ciranjang,” pungkasnya. (bay/sri)