Kepedulian yang Membawa Berkah

Berkat Membantu Plt Bupati Memungut Sampah Tanpa Pamrih

IIS salsiah tak kuasa menahan haru ketika dirinya mendapatkan jaminan dan prioritas melamar pekerjaan dari Plt Bupati Cianjur, Herman setelah dia membantu memungut sampah yang berserakan di Taman Prawatasari saat pelaksanaan job fair.

IKBAL SELAMET, Jalan Pangeran Hidayatullah
Selasa (25/6) Taman Prawatasari sudah dipadati ribuan pencari kerja yang mengikuti agenda job fair. Mereka yang sudah mendapatkan form pendaftaran dan dicap oleh petugas tampak terduduk di tribun, menunggu nomor antreannya dipanggil.
Tidak sedikit juga dari para pencari kerja tersebut yang masih mengantre di stan Disnakertrans untuk mendapatkan cap dari petugas yang syarat mereka bisa memasukan lamaran ke 30 perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Sekira pukul 09.30 Wib, seluruh aktivitas di setiap stan dihentikan sementara, lantaran Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman sudah tiba di lokasi untuk membuka job fair.
Namun, sebelum naik ke panggung untuk memberikan sambutan, Herman menyempatkan diri untuk memungut sampah plastik yang dibiarkan berserakan di antara pencari kerja. Melihat itu, seorang pencari kerja turut mengambil sampah di sekitarnya membantu Herman.
Siapa sangka, hal itu menjadi perhatian Herman hingga akhirnya perempuan yang diketahui bernama Iis Salsiah (18), pencari kerja asal Kecamatan Cugenang dipanggil untuk naik ke atas panggung bersama Plt Bupati.
“Saya senang, masih ada yang peduli kebersihan. Sebenarnya saya memancing, apakah ada yang ikut memungut sampah ketika saya contohkan, ternyata hanya dia. Makanya saya perintahkan agar dinas memprioritaskan dia dan menjaminkan diterima bekerja di perusahaan yang dia inginkan,” ujar Herman.
Pencari Kerja yang merupakan lulusan SMK itupun mengaku senang bisa diprioritaskan oleh Plt Bupati untuk mencari kerja.
“Tentu bangga bisa diperhatikan oleh seorang kepala daerah. Dengan adanya job fair ini pun sudah sangat senang, karena bisa melamar tanpa harus datang ke perusahaan, apalagi bisa diprioritaskan,” kata Iis.
Ditanya terkait alasannya turut memungut sampah, Iis mengaku sedih melihat banyak sampah berserakan begitu saja. Bahkan dirinya mengungkapkan hal itu sambil meneteskan air mata.

“Suka sedih saja kalau ada sampah dibuang sembarangan, padahal kan sudah seharusnya turut menjaga kebersihan, walaupun kondisinya memang sibuk memproses lamaran,” ungkapnya.(*)