Ruang Tunggu Terminal Rawabango Dibiarkan Rusak

Belum Ada Perbaikan Pasca Terkena Puting Beliung

0 25

CIANJUR – Kerusakan yang terjadi pada atap bangunan ruang tunggu terminal Rawabango, Kecamatan Karangtengah akibat terjangan angin puting beliung pada Desember 2018 lalu, ternyata hingga saat ini tidak ada upaya perbaikan dari pemerintah.

Kondisi tersebut nampak jelas dengan hancurnya atap ruang tunggu yang semakin parah. Tentu saja kondisi tersebut dikeluhkan banyak pihak, tidak hanya penumpang tapi pedagang juga mengalami hal yang sama.

Iis (49) pedagang di terminal Rawabango mengatakan, kondisi rusaknya atap ruang tunggu terminal itu sudah cukup lama. Ia dan pedagang lainnya merasa khawatir dengan kondisi saat ini. Apalagi profesinya sebagai pedagang di terminal sangat berpengaruh terhadap para pembeli dengan kondisi tempat yang kurang memadai.

“Saya bisa jualan disini (terminal,red) dulunya beli ke salah satu petugas Dishub di terminal Rawabango ini, jadi saya berharap sekali ada perbaikan sesegara mungkin dari Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur ini,” kata Iis saat ditemui Cianjur Ekspres, Senin (24/6).

Dikatakan Iis, sebelumnya ia sering melakukan perbaikan atap warungnya itu. Namun dirasa dirinya tak mampu lagi jika harus melakukan perbaikan sebanyak ini.

“Kalau ada kerusakan kecil dibagian atap warung ini, biasanya saya suka perbaiki dengan menyuruh tukang. Tapi kalau sebesar ini saya tak sanggup kalau harus memperbaikinya,” terang Iis.

Sekarang lanjut Iis, jika memasuki waktu siang hari maka sinar matahari pun langsung menyorot ke arah warungnya itu. “Kalau sudah siang panasnya minta ampun, dan saya pun bertanya sampai kapan kondisi ini akan terus dibiarkan,” ujarnya.

Ia mengakui jika selama ini sering mendapat imbauan dari petugas Dishub agar tidak lagi berjualan atau pindah ketempat yang lebih aman. Namun menurutnya kalau hanya disuruh pindah begitu saja dirinya tidak mau pindah terkecuali ada uang pengganti atau ditempatkan langsung oleh Dinas Perhubungan.

“Dulu kan saya beli, seharga Rp 20 juta, saat ini saya pegang bukti HGU dan secarik kwitansinya, jadi kalau nyuruh saya pindah tolong kasih saya uang pengganti atau paling tidak tempatkan saya dimana yang sekiranya aman dan bisa berjualan kembali,” katanya.

Penanggungjawab Terminal Rawabango Endang Salaeman, mengakui jika atap bangunan ruang tunggu sudah lama mengalami kerusakan. Kondisi tersebut lebih parah setelah terkena angin puting beliung. Menurut endang, tak hanya atap ruang tunggu saja akan tetapi atap ruang kantor dilantai dua pun ikut kena hantaman angin puting beliung. Sejak itu dirinya langsung membuat pengajuan untuk perbaikan.

“Sudah 6 bulan belum ada perbaikan, waktu itu saya bikin pengajuan ke Dinas Perhubungan Cianjur yang nantinya mungkin disampaikan ke Pemda,” katanya.

Endang juga sempat memberikan imbauan ke pedagang yang ada diareal tersebut, akan tetapi hingga saat ini masih nekat berjualan dibawah atap yang sudah hancur. Menurutnya taksiran biaya untuk perbaikan kurang lebih bisa menghabiskan Rp 200 juta.(yis/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.