Korban Pembunuhan Kebal dari Senjata Tajam

Beberapa Kali Dibacok dan Ditusuk Tidak Mempan

0 183

CIANJUR – Jajaran Polres Cianjur menggelar rekontruksi kasus pembunuhan Abdullah Sobarudin alias Duduy warga Kampung Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi di area perkebunan Teh blok A Kampung Tegallega, Kecamatan Warungkondang. Dalam rekontruksi ulang yang sempat menjadi tontonan ratusan warga Kampung Tegallega tersebut, tersangka berjumlah sebanyak tiga orang melakukan peragaan adegan sebanyak 30 kali reka ulang.

Salah satu adegan yang menarik adalah saat pelaku mengeluarkan dompet korban dan membuang benda serupa azimat. Ketiga pelaku yang berinisial A (17), F (20) dan SA (20) didatangkan untuk melakukan adegan rekonstruksi. A memegangi korban yang saat itu dalam posisi tergeletak, SA beberapa kali membacok dan menusuk perut korban menggunakan pisau sementara F berada di dekat pelaku.

SA mengaku kesulitan meski membacok pisau ke arah tangan, begitu juga saat menusuk korban. “Saya tahu dia pegang jimat (azimat) isim, saya ambil dompetnya dan membuang isim namanya isim ‘buhur’,” kata SA kepada polisi.

Korban Duduy yang diperankan oleh anggota kepolisian saat itu tidak membawa dompet. KBO Reskrim Iptu F Sianipar kemudian meminjamkan dompetnya untuk keperluan rekonstruksi. “Kau temukan isimnya, lalu kau buang?,” tanya Sianipar kepada pelaku SA.

Menjawab pertanyaan itu SA hanya mengangguk. Setelah membuang isim ternyata bacokan dan tusukan tidak juga mempan menembus kulit tubuh korban. Akhirnya SA mengambil batu dan menghantamkan batu ke arah kepala korban.

Langkah SA itu diikuti oleh F yang juga mengambil batu dan mengarahkannya ke arah kepala korban. Saat itu pelaku F melihat darah mengalir dari kepala korban. Meski begitu korban masih berupaya melakukan perlawanan, secara bergantian pelaku kemudian mulai melukai korban dengan senjata tajam. Pisau yang tadinya tidak mempan akhirnya berhasil menembus tubuh korban. Dalam adegan berikutnya pelaku SA lantas membuang pisau itu ke arah rimbunan pohon teh.

Kapolres Cianjur AKBP Soliyah mengatakan rekontruksi itu dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan sebelumnya. Pelaku berjumlah tiga orang iti berdasarkan pemeriksaan sebelumnya mereka mengakui perbuatannya.

“Pembunuhan yang dilakulan oleh tiga orang pelaku yaitu oleh A (17), Feri (20) dan Saeful Alamsyah (20) terhadap korban itu dipicu oleh rasa dendam para pelaku terhadap korban, karena korban dianggap tidak sopan pada para pelaku,” katanya.

Dia menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan dan reka adegan yang lakukan, para pelaku telah terlebih dahulu merencanakan untuk membunuh korban, karena para tersangka sudah menyiapkan terlebih dahulu knuckle (keling) dan golok untuk melakukan pembununan tersebut.

“Selain melakukan pembunuhan berencana para pelaku juga merampas barang milik korban yaitu sepeda motor, dompet dan telpon genggam, setelah itu korban di tinggalkan begitu saja di tempat,” kata dia.

Ketiga orang pelaku tersebut kata dia, dijerat dengan pasal berlapis, yaitu pasal 340 KUHPidana, 338 KUHPidana, 365 KHUPidana, 339 KUHPidana dan pasal perlindungan anak dengan ancanman pidana seumur hidup.

“Selain itu kita juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti dua sepedah motor, milik korban dan milik tersangka. Satu bilah pisau, satu buah golok, dan sebuah batu yang digunakan untuk membunuh korban oleh tersangka,” ucapnya.

Soliyah menambahkan kesemua tersangka tersebut berhasil diamankan jajaran Reserse Krimal Polres Cianjur di masing-masing kediaman orang tuanya di wilayah Kecataman Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi.

Sebelumnya, korban ditemukan oleh warga sekitar, pada Minggu (26/5/2019), sekitar pukul 07.30 WIB. Dan tergeletak tanpa identitas di area perkebunan teh, Kp Tegalega, Desa Mekarwangi, Kecamatan Warungkondang, Cianjur. Dengan ciri-ciri menggunakan sweater hitam dan celana panjang biru dan tato di tangannya.

Kuasa hukum para pelaku, Uus Usmayanto dan H Iwan Tudi Hermawan, mengatakan, pihaknya sebagai kuasa hukum yang ditunjuk oleh Polres akan memisahkan kasus hukum pelaku yang telah dewasa dan satu pelaku yang masih di bawah umur.

“Kami akan melakukan pendampingan sesuai dengan apa yang telah diamanatkan undang-undang,” kata Uus. (bay/yis/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.