Eceng Gondok Ganggu Petani KJA

Minta Pemerintah Turun Tangan Bantu Pembersihan

0 37

CIANJUR – Petani Keramba Jaring Apung (KJA) mengeluhkan banyaknya tanaman eceng gondok yang menyebar saat genangan air waduk cirata mengalami peningkatan. Kondisi tersebut berdampak terhadap aktivitas KJA.

Seperti di perairan Calingcing, Kecamatan Ciranjang, banyak dikeluhkan para petani KJA. Mereka mengalami kesulitan saat ingin menjalankan aktivitas akibat banyaknya tanaman eceng gondok.

Niky (25) salah satu pengelola KJA di Blok Calingcing mengaku kesulitan dalam beraktifitas, seperti mengoperasikan perahu mesinnya karena aksesnya tertutupi hamparan eceng gondok.

“Ketika volume air dibendungan Cirata meningkat, maka polusi eceng pun ikut padat,” kata Niky.

Padahal menurutnya, penyebab utama percepatan pendangkalan waduk Cirata selain dari bangkai hewani ialah tanaman eceng gondok yang tenggelam dan mencapai dasar waduk Cirata.

“Meski para petani KJA selalu melakukan kegiatan sapu bersih eceng gondok tiap bulannya, akan tetapi eceng gondok justru semakin padat. Bahkan Pertumbuhan eceng gondok bisa mencapai 3 persen per harinya,” katanya.

Tidak menutup memungkinkan petani pun melakukan pembersihan secara manual. Namun mereka (petani) mengharapkan pemerintah peduli dan memberikan berupa alat berat untuk pembersihan eceng gondok di genangan waduk cirata ini.

“Kita berharap ada bantuan khusus dari pemerintah, baik pusat juga daerah untuk membersihkan eceng tersebut,” katanya.

Menurutnya, luas genangan waduk Cirata mencapai 62 KM yang terdiri dari 3 kabupaten yaitu Purwakarta, Cianjur, dan Kabupaten Bandung Barat.

“Kita berharap sekali ada fasilitas alat berat untuk pengoptimalkan pembersihan eceng gondok yang mungkin nantinya akan dilaksanakan secara rutin,” ujarnya.

Senada dikatakan Yudi (23) pengemudi perahu mesin asal Jangari Leuwi Orok. Menurutnya, hampir disemua titik perairan di Jangari tertutupi eceng terlebih di Blok Eretan, Warso, Coklat, Sangkalih hingga ke Calingcing. Dikatakannya dipagi hari keberadaan eceng tersebut tampak tidak terlihat, namun dimalam hari dan sore hari akan kembali datang seperti karpet hijau yang mengampar di perairan.

“Sebenarnya kita sangat risih keberadaan eceng ini, akan tetapi mau bagaimana lagi. Padahal kegiatan bersih-bersih eceng gondok ini sering dilakukan tapi tetap saja perkembangbiakannya begitu cepat,” pungkasnya.(yis/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.