Kekeringan Landa Wilayah Cikadu

Sebagian Warga Terpaksa Mencari Air Bersih ke Sungai

0 131

CIANJUR – Warga di sejumlah desa di Kecamatan Cikadu mulai mengalami kekeringan. Pemerintah Kecamatan Cikadu pun hanya bisa berkomunikasi dengan sejumlah instansi untuk menyediakan bantuan air bersih supaya warga tidak kesulitan mencari air.

Perlu diketahui jika sejak beberapa hari lalu tengah viral di media sosial instagram, setelah akun @DesaCikadu yang direpost oleh Visit Cianjur yang menunjukkan beberapa orang warga tengah mengambil air sungai menggunakan jerigen untuk kebutuhan air bersih sehari-hari.

Dalam postingan tersebut, dijelaskan jika warga melakukan hal itu lantaran mulai merasakan kekeringan di sumber air warga. Bahkan untuk mendapatkan air bersih, warga harus berjalan melewati jalan setapak yang cukup terjal menuju sungai.

Camat Cikadu, Wodi Efyana, mengatakan, jika warga di sejumlah desa memang mulai mengalami dampak kekeringan dengan masuknya musim kemarau. Warga yang selama ini mengandalkan air dari sungai yang dialirkan ke pemukiman mulai kesulitan, mengingat debit dan ketinggian air yang surut.

“Seperti di Padaluyu, Sukaluyu dan Cikadu memang setiap tahunnya mengalami kesulitan air bersih jika masuk musim kemarau,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (11/6).

Menurutnya, ada ribuan keluarga di ketiga desa tersebut yang kerap mengalami kesulitan air selama musim kemarau.

Namun, lanjut dia, sulit untuk menyediakan air bersih yang cukup selama musim kemarau. Bahkan pemerintah sudah berupaya membuat sumur bor, tetapi setelah menggali sedalam 40 meter masih belum ditemukan air.

“Sudah pernah dibuat tapi tidak ada airnya, kemungkinan harus sedalam 60 meter lebih baru sumur bor tersebut ada airnya,” kata dia.

Wodi mengatakan, selama ini warga hanya bisa mengandalkan air bersih dari sungai dan bantuan dari Perumdam Tirta Mukti untuk memenuhi kebutuhan. “Biasanya kami koordinasi dengan Perumdam, kemungkinan segera akan komunikasi jika memang sudah mulai ada kekeringan di wilayah yang rawan tersebut,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Doddy Permadi, mengaku belum mendapatkan informasi terkait daerah yang mengalami kekeringan. Terlebih pihaknya belum menerima keterangan resmi dari BKMG perihal masuknya musim kemarau.

“Nanti akan kami cek, sebab belum ada laporan. Memang kami sudah bersiap menghadapi musim kemarau, tetapi dari BMKG belum ada surat resmi kapan masuknya kemarau,” kata dia.(bay/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.