Belasan Warga Terserang Gatal-gatal

Diduga Akibat Air Sumur yang Digunakan Tercemar BBM

CIANJUR – Belasan sumur milik warga di Kampung Panyaweuyan RT 01/RW 01, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, diduga tercemar rembesan bahan bakar minyak (BBM) dari SPBU 34.43208 Panyaweuan, kemarin (10/6).

Akibatnya, 18 keluarga sekitar mengalami sakit mata dan gatal-gatal.
Asep Beni (43) bersama anaknya Arel (10) warga Kampung Panyawean RT 01/RW 01, mengaku sudah dua bulan lamanya kadar air sumur yang biasa ia gunakan itu bau bahan bakar jenis pertamax. Menurutnya, diduga karena ada rembesan BBM dari SPBU yang ada di sebrang pemukiman Kampung Panyaweuan.

Awal sebelum diketahui adanya bau bahan bakar tersebut, anaknya Arel (10) sering mengalami kesakitan di bagian matanya. Namun dirinya tak begitu menghiraukan karena memang anaknya sering main HP.

“Awalnya anak saya ini sering kesakitan di bagian mata, tapi lama-kelamaan ternyata saya sendiri mengalami hal yang sama,” terang Asep Beni saat ditemu Cianjur Ekspres di Kampung Panyaweuan, Senin (10/6).

Selain itu, lanjut Asep, ia bersama anaknya itu juga mengalami gatal di sekujur tubuh dan pedih di bagian wajah. Menurutnya, dalam kurun waktu dua bulan terakhir ia bersama keluarganya tak punya pilihan lain harus tetap menggunakan air yang diduga tercemar dari rembesan SPBU yang tak jauh dari rumahnya itu.

“Selama dua bulan ini, saya sudah lumayan besar menghabiskan biaya untuk berobat ke dokter spesialis mata, dan saya sendiri beli obat mata tbroson sudah habis tiga pack. Isi satu pack-nya enam biji, artinya sudah 18 biji obat mata yang saya pakai agar terhindar dari rasa sakit,” kata dia.

Senada dikatakan Ludi Burdah Muslim, yang juga tetangganya Asep Beni. Ia dan keluarganya mengalami hal yang sama, yakni air sumurnya mulai terasa bau mirip pertamax. Hal tersebut diduga karena ada rembesan limbah atau tangki SPBU yang bocor sehingga mengalir melewati jalur urat air yang ada di bawah tanah.

“Kalau saya pribadi, kurang lebih baru satu bulan terakhir ini. Betis saya saja bentol-bentol, dan di bagian wajah terasa panas. Padahal sebelumnya air sumur saya ini bisa digunakan untuk kebutuhan minum, mandi dan mencuci,” kata dia.

Ludi mengatakan, warga yang terkena dugaan rembesan dari SPBU itu minta ada rehabilitasi air sumur. Dan selama itu minta air bersih dari PDAM, kompensasi materi maupun kesehatan selama air masih tercemar.

Dia menyebutkan, saat ini pihaknya sudah memberikan contoh air sumur yang diduga tercemar ke Management SPBU 34.43208. Selanjut diterima oleh pihak SPBU untuk diperiksa oleh petugas yang berkompenten.
“Saat ini sudah ada 18 keluarga yang diduga tercemar air sumurnya oleh SPBU Panyaweuan. Saya ingin ada rasa tanggung jawabnya dari pihak SPBU,” katanya.

Pengawas keliling Kantor Pusat PT Hamparan Berkah, Hendrik mengaku sudah menerima aduan dari warga sekitar kaitan dengan adanya dugaan air sumurnya tercemar dari SPBU, dirinya belum bisa memastikan benar dan tidaknya karena membutuhkan sebuah proses dari pihak Dinas terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Kita sudah menerima air sumurnya, dan kita juga sudah menurunkan tim dari pihak manajemen perusahaan SPBU, bersama Pemerintahan Desa Ciherang untuk memastikan ke Dinas Lingkungan Hidup dan ini kita masih menunggu hasilnya,” terang Hendrik saat ditemui di SPBU Panyaweuan.

Menurutnya, ia bersama tim sudah melakukan survey ke masing-masing rumah yang diduga tercemar dari SPBU. Hendrik mengaku, memang sebagian air sumur milik warga ada yang bau bahan bakar, akan tetapi terkesan tidak menyeluruh di semua pemukiman.

Selain itu lanjut Hendrik, ke dalaman tangki di SPBU Panyaweuan cuma memiliki kedalaman 2 atau 3 meter saja. Sedangkan dan apabila dibandingkan dengan aliran parit yang ada di depan SPBU itu posisinya lebih dalam dan sumur yang ada di SPBU memiliki kedalaman 45 meter, akan tetapi tidak ada bau sedikit pun.

“Logikanya, sumur yang kita miliki ini memiliki kedalaman hingga 45 meter, ditambah lagi parit pembuangan yang ada di depan SPBU ini lebih dalam ketimbang tangki penampung BBM. Tapi saya tidak mau berspekulasi, biarkan saja DLH yang memastikan dan langsung mengecek kondisi air sumur warga yang dinilainya tercemar dari SPBU,” tandasnya.(yis/red)

 

KORBAN YANG DIDUGA TERDAMPAK LIMBAH BBM

1. Ludi Burdah Muslim
2. Risaa
3. Asep Beni
4. Ria Fuzi
5. Ilan
6. Nuni
7. Ida S
8. Nita Lastiani
9. Iin Indah Hayuni
10. Lukman Hakim
11. Nung Nur Ajijah
12. Ramon
13. Deri
14. Alfamart
15. Nurul SR
16. Yanto Irianto
17. Nasir
18. Uda Indra