SMK Islam Terpadu Nurul Ittihad Cetak Lulusan Siap Kerja

CIANJUR – ‘Lulus sekolah langsung kerja’, itulah kebanyakan jargon yang dipakai oleh berbagai sekolah tingkat SMK sebagai salah satu daya tarisk sekolah. Begitupun dengan lulusan dari Boarding School SMK Islam Terpadu (IT) Nurul Ittihad yang telah memberangkatkan lulusannya bekerja langsung di Jepang dan Korea.

Sistem pembelajaran yang ketat dan disiplin yang dilakukan di sekolah memang akan menciptakan siswa lebih unggul, disiplin dan berprestasi. Hal itu sama seperti mode pembelajaran yang ada di Boarding School SMK IT Nurul Ittihad Takokak.

Walaupun sekolah tersebut terletak di pedesaan, tepatnya di Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, namun mampu menghasilkan lulusan yang berpreatasi, siap kerja dan siap berwirausaha.

Ketua Yayasan Boarding School SMK IT Nurul Ittihad, Ahmad Yusuf mengatakan, mode pembelajaran yang diterapkan di Boarding School SMK IT Nurul Ittihad memang sangat disiplin, dan para siswa dituntut untuk disiplin. Hal itu dilakukan untuk mencetak lulusan yang berprestasi dan siap kerja.

“Untuk sistem pembelajaran di sekolah kami memang para siswa diwajibkan agar disiplin, tujuannya agar mereka bisa terbiasa menerapkan kedisiplinan hingga ke luar dari sekolah. Mau tidak mau, ya siswa harus mengikuti aturan sekolah yang sudah diterapkan,” kata dia kepada Cianjur Ekspres, saat diwawancarai melalui telepon seluler, belum lama ini.

Sistem pembelajaran di Boarding School SMK IT Nurul Ittihad menerapkan kedisiplinan yang sangat ketat kepada para siswa, pelaksanaan pembelajaraanya pun dilaksnakan dari pukul 7.30 Wib, di mana para siswa selama 30 menit harus menghafal berbagai bahasa. Setiap Senin siswa dari kelas X sampai XII Muhadasah (hafalan) Bahasa Inggris, pada hari itu siswa harus ngomong menggunakan bahasa Inggris.

Hari Selasa dan Jumat siswa Muhadasah Bahasa Arab, Rabu dan Kamis Muhadasah Bahasa Jepang dan Korea. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 30 menit, dan dilanjutkan dengan pembelajaran sekolah hingga pukul 14.00 Wib.

Setelah itu para siswa atau santri beristirahat hingga adzan ashar. Setelah ashar dilanjutkan dengan pembelajaran keagamaan seperti mengaji kitab kuning, mengaji Alquran, hafalan Alquran, dan lainnya hingga pukul 21.00 Wib.

Dengan sistem pembelajaran yang ketat tersebut hasilnya tidak sia-sia, karena lulusannya mampu bersaing dan bahkan mampu mengalahkan sekolah setingkatannya yang ada di perkotaan, karena lulusan dari Boarding School SMK IT Nurul Ittihad ada yang langsung bekerja di Jepang dan Korea.

Dihubungi terpisah, salah satu lulusan yang sudah bekerja di Jepang, Sesep mengatakan, dirinya saat ini telah bekerja di Jepang dengan penghasilan yang lumayan tinggi. Menurut Sesep, dirinya sekolah di Bording School SMK IT Nurul Ittihad dengan sistem pembelajaran yang sangat disiplin ketika sekolah, hasilnya pun bisa dirasakan ketika sudah ke luar dari sekolah.

“Dulu ketika saya masih sekolah memang tidak ada cita-cita ingin bekerja di Jepang, tetapi ketika saya lulus sekolah, saya mengikuti tes untuk syarat bisa bekerja di Jepang, hasilnya saya lolos. Semua itu karena ketika di sekolah saya mau terus belajar dan mengikuti pembelajaran yang ada di sekolah walaupun kedisiplinannya sangat ketat, dan sekarang alhamdulillah saya bisa bekerja di Jepang,” kata sesep saat dihubungi melalui telepon seluler, baru-baru ini.

Selain itu, lulusan lainnya dari Boarding SMK IT Nurul Ittihad selain bekerja di Jepang, juga ada yang menjadi Jurnalis di salah satu media lokal di Cianjur, ada yang menjadi pengusaha muda, dan ada juga yang telah bekerja diberbagai perusahaan ternama di Cianjur, dan luar Cianjur. (job3/sri).