Harga Sayuran Selangit, Gula Aren Terjun Bebas

0 35

CIANJUR – Harga gula aren mengalami penurunan di pekan terakhir Ramadan 1440 Hijriah. Hal itu membuat para produsen gula aren kebingungan, lantaran biaya produksi dengan nilai penjualan yang tidak seimbang.

Kirman (50) salah seorang produsen gula aren di Kecamatan Naringgul, mengatakan, harga gula aren dari petani ke distributor dan pasaran hanya Rp 10 ribu sampai 12 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga gula aren berada di angka normal, yakni Rp 15 ribu per kilogram.

“Biasanya harga gula aren itu di atas Rp 15 ribu per kilogram, atau kalau yang beli per ikat itu Rp 25 ribu per ikat. Tapi sekarang malah di bawah harga normal,” kata dia kepada wartawan, Selasa (28/5).

Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab turunnya harga gula aren dalam sepekan menuju lebaran ini. Pasalnya petani hanya mengikuti harga beli dari distributor dan penerima barang.

“Kami pun masih bingung kenapa malah terjadi penurunan. Dan parahnya lagi harga tersebut sangat tidak sebanding dengan biaya produksi yang tinggi. Kalaupun ada untung, itu sangat kecil. kalau begini terus, para petani bisa bangkrut,” kata dia.

Salah seorang tengkulak, Oyon ( 44 ), mengaku, menurunnya harga gula Aren di Ramadan sekarang tentunya akan berdampak kepada para petani gula. Dia mengatakan harga beli dari produsen yang murah dikarenakan harga jual di daerah tujuan pemasaran yang juga rendah.

“Kalau kami hanya menyeiapkan harga dari penerima di Bandung yang juga sudah jadi langganan, sehingga tidak heran dikala harga beli naik dan turun,” Katanya.

Dia berharap harga penerimaan di perkotaan atau daerah tujuan pemasaran gula aren bisa naik, supaya harga beli di petani juga bisa naik. “Kalau harga normal, petani dan produsen gula aren akan tetap bertahan untuk terus produksi. Kalau tidak, bisa-bisa nanti sulit mencari gula aren dari Cianjur,” pungkasnya.

Sementara itu, sejumlah pedagang sayuran di Cipanas saat ini malah ketban untung. Pasalnya harga sejumlah sayuran dalam beberapa hari kebelakang mengalami kenaikan harga hingga mencapai 100 persen.

Seperti yang diakui oleh salah satu pedagang sayuran dilapak depan Kantor Desa Cipanas, Dini Sadili (54) mengaku hampir semua jenis sayuran saat ini mengalami peningkatan hingga 100 persen.

“Alhamdulillah, harga sayuran saat ini alami peningkatan hingga 100 persen,” kata Dini Sadili, kepada Cianjur Ekspres.

Dikatakan Dini, meskipun belum ada peningkatan yang signifikan dari pembeli. Akan tetapi untuk harga – harga tak mungkin lagi akan mengalami penurunnan, apalgi nanti menjelang 5 hari lebaran,” katanya.

Dini mengatakan, kenaikan harga sayuran ini dipicu karena momentum hari – hari besar, apalagi di hari lebaran tentu sangat dibutuhkan semua kalangan, baik itu Restauran, ataupun kebutuhan rumahan.

“Meskipun di Cipanas – Pacet ini merupakan penghasil sayuran, akan tetapi dimomen seperti ini tentunya harga – harga sembako juga sayuran akan mengalami peningkatan,” katanya.

Menurutnya, untuk jenis sayuran Pakcoy, sebelumnya ia menjual Rp 4 ribu per kg, akan tetapi sekarang bisa menjual Rp 7 ribu per kg, Cesin Rp 7 ribu dari harga Rp 4 ribu, wortel dari harga Rp 7 ribu sekarang Rp 10 ribu, sedangkan untuk yang ukuran kecil biasa menjual Rp 2500 kini Rp 5 ribu per kg, kembang kol dari Rp 15 ribu kini menjadi Rp 20 ribu, sedangkan untuk jenis Kol hanya ada peningkatan Rp 1000 dari harga Rp 4 ribu dijual Rp 5 ribu per kg.

“Peningkatan harga sayuran ini tidak akan bertahan lama, diperkirakan hingga satu hari setelah lebaran mungkin akan kembali penurunan,” tandasnya.(bay/yis/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.