GARIS Ogah Dikaitkan Dengan ISIS

Terkait Ditangkapnya Dua Orang Terkait Kerusuhan di Jakarta

CIANJUR – Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (Garis), Chep Hernawan membantah dua orang yang diamankan pihak kepolisian dalam aksi 22 Mei di Jakarta merupakan anggotanya. Bahkan dia juga menolak jika Garis terus dikaitkan dengan ISIS.

Chep menjelaskan, Garis memang memberangkatkan dua unit ambulans beserta beberapa orang sebagai tim medis dalam aksi tersebut. Namun di antara tim medis yang berangkat juga ada dua orang anak buah salah seorang ulama di Cianjur.

“Di satu mobil itu ada empat orang tim medis, tapi ada juga dua orang anak buah ustad Umar yang ikut bersama ambulans Garis ke Jakarta,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (23/5) sore.

Menurutnya, saat aksi cukup banyak korban luka yang dibawa tim medis dan ambulans dari Garis, sehingga tim hilir mudik ke rumah sakit. Namun dua orang anak buah ustad Umar yang ikut tersebut tidak terlihat saat tim sibuk membawa korban luka.

“Begitu di rumah sakit dapat informasi jika mereka ikut diamankan pihak kepolisian beserta 200 orang lebih lainnya,” kata dia.

Menurutnya, lantaran menumpang dalam ambulans dan tim medis dari Garis, mereka pun mengaku sebagai anggotanya saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. “Padahal sudah jelas mereka itu bukan anggota kami, entah karena takut atau apa, jadi mengakunya anggota Garis,” kata dia.

Adapun uang tunai yang turut diamankan dari dua orang tersebut, Chep menjelaskan jika dana tersebut merupakan dana santunan yang dititipkan dari sejumlah orang dermawan di Cianjur. Tetapi terbawa dalam aksi ke Jakarta.

“Mungkin dari ustad mereka jorok nitip uang ke mereka, padahal mereka mau ke Jakarta. Jadinya ditemukan. Tapi katanya itu buat santunan, bukan untuk donasi aksi. Karena kalau dalam aksi itu segala kebutuhan sudah ada, melimpah,” kata dia.

Chep menyayangkan pernyataan dari pihak kepolisian yang terkesan menyebutkan Garis, padahal dua orang tersebut bukan anggotanya. Belum lagi, adanya statmen yang kembali mengaitkan garis dengan ISIS.

“Tentu ini tendensius dan memfitnah Garis. Dua orang yang bukan anggota kami saja disebut anggota Garis, ditambah dikaitkan dengan ISIS. Kami sangat menyayangkan pernyataan itu dan perlu untuk diklarifikasi,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi polisi menangkap dua orang yang merupakan anggota Gerakan Reformis Islam (GARIS). Kedua orang tersebut mengaku ingin melakukan jihad pada aksi 22 Mei.

“Dari keterangan kedua tersangka tersebut, mereka memang berniat untuk berjihad pada aksi unjuk rasa pada aksi 22 Mei,” kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal.

Dua orang tersebut merupakan bagian dari 257 orang yang diamankan petugas. Namun identitas kedua orang yang diamankan itu tidak disebutkan. Iqbal mengatakan kedua orang ini berasal dari luar Jakarta.(bay/sri)