TKW Misterius Pulang Kampung

Setelah Mendapatkan Perawatan Medis di RSUD Al Ihsan Kabupaten Bandung

CIANJUR – Aminah atau Umi Kulsum akhirnya bisa pulang ke kampung halamannya di Kampung Jangarang RT 04/02 Desa Panyusuhan, Kecamatan Sukaluyu, setelah beberapa hari mendapat perawatan di RSUD Al Ihsan, Kabupaten Bandung.

TKW yang sempat terlantar belasan tahun di Arab Saudi itu dan disebut misterius lantaran tidak jelas alamat keluarganya itu diberangkatkan menggunakan ambulans ke rumahnya, Rabu (22/5).

Serah terima perawatan Aminah selanjutnya dilakukan Pemprov Jawa Barat, diwakili Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, kepada Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Cianjur, Ir H Yanto Hartono, dan keluarga Aminah, diwakili putra tunggalnya, Dede Ridwan.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Pengembangan Perluasan Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Ricky Ardhi, mengatakan, penjemputan berangkat menggunakan ambulans RSUD Sayang Cianjur sekitar pukul 07.00 WIB dan sampai di Cianjur sekitar pukul 10.30 WIB.

“Rencananya kami akan merawatnya di Puskesmas Sukaluyu tapi Aminah meminta pulang ke rumah dan di setujui pihak keluarga,” kata dia.

Ricky menjelaskan, secara kesehatan Aminah sudah sehat kalau dilihat dari fisik, tapi masih memerlukan terapi secara berjenjang di RSUD. “Menurut dari Provinsi Kesehatan aminah sudah membaik hanya tinggal terapi yang rutin saja, “katanya.

Untuk data kependudukan, lanjut dia, sudah dilakukan. Kartu keluarga (KK) sudah selesai pencetakan dan telah diserahkan ke pihak keluarga, hanya tinggal e-KTP karena harus melakukan perekaman dulu.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Sukaluyu agar operator mendatangi rumahnya untuk melakukan perekaman. Serta untuk pengobatan Kartu BPJS kami sudah membuatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) ibu dan anak, pemerintah yang nanti akan langsung berkoordinasi dengan pihak RSUD, “Katanya.

Ricky menuturkan, untuk perawatan pihaknya telah koordinasi dengan Kecamatan dan Puskesmas agar melakukan pengecekan serta mendatangi ke rumah Aminah.

Dia menambahkan, pihaknya mendapat informasi dari pihak keluarga pemberangkatan aminah yang pertama melalui legal, dan permasalahan ada di pemberangkatan ke dua karena diduga ilegal.

“Kami akan menunggu sampai ibu Aminah sembuh dahulu, baru mempertanyakan data pemberangkatan ke duanya yang bermasalah, sehingga kami bisa menelusuri dan menindaklajuti permasalahan yang dialami Aminah,” pungkasnya.(bay/sri)