Dishub Akui Kesulitan ‘Basmi’ Terminal Bayangan

CIANJUR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur melalui Kepala Bidang (Kabid) Lalulintas Joni mengaku kesulitan dalam menangani terminal bayangan yang marak di beberapa titik di Cianjur.

“Padahal sering saya kasih peringatan bahkan hingga memberikan penilangan terhadap sopir – sopir angkutan umum tersebut. Tapi masih saja membandel dan kembali,” kata Joni saat dihubungi Cianjur Ekspres, Rabu (21/5).

Tak hanya itu lanjut Joni, hingga saat ini pihaknya tetap berupaya menangani dan mengurai keberadaan terminal bayangan tersebut. Seperti di depan Ramayana, di Jalan Prof Moch Yamin, dan disamping Kantor Dinas Perhubungan.

“Yang pasti kita akan terus berupaya semaksimal mungkin agar keberadaan terminal bayangan itu tidak terus menjamur,” katanya.

Menurut Joni, untuk mengurus angkutan umum adanya dibidang angkutan, sementara bidang lalulintas hanya menugaskan pengendalian operasional (Dalop), yang hanya sebatas dapat memberikan peringatan kepada pengemudi angkutan.

Makin maraknya terminal bayangan di Kabupaten Cianjur seolah dibiarkan tanpa ada solusi sehingga permasalahan kemacetan sulit terurai.

Di tempat itu, tanpa pengawasan. Angkutan umum terlihat parkir pinggir jalan, membuat ruas jalan menyempit dan menjadi macet. Keberadaannya pun kian parah setelah tidak ada teguran dari Dishub. Kondisi ini pun tak lepas dari ketidaktegasan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur.

Ironisnya lokasi tempat mangkalnya kendaraan umum untuk menaikkan dan menurunkan penumpang itu, yang paling parah menimbulkan kesemrawutan di persimpangan depan kantor Dishub.

Kondisi lalu-lintas yang semrawut di lokasi terminal bayangan tak urung dikeluhkan warga pengguna jalan, karena dianggap penyebab terganggunya perjalanan.

Oding, (40) pengguna Jalan, saat melintas di lokasi terminal bayangan mengaku, akibat kemacetan di persimpangan tersebut, saat berangkat kerja kerap terlambat. “Kelakuan para pengemudi angkutan umum yang berhenti di terminal bayangan ini mengakibatkan jalanan macet,” kata Oding.

Ia mengatakan setiap pulang dari Bogor kerap terjebak kemacetan di persimpanagan depan Kantor Dishub. “Setiap hari saya mesti lewat sini, dan saya sering terjebak macet, itu karena banyak angkot yang ngetem di pinggir jalan,”katanya.(yis/sri)