Bertahun-tahun Harapkan Bantuan Air Bersih

Bantuan Sumur Bor Gagal, Pemerintah Desa Cirumput Upayakan dari DD

0 52

CIANJUR – Masyarakat Kampung Garung RT 03/RW 02, Desa Cirumput, Kecamatan Cugenang mengeluhkan sulitnya untuk mendapatkan air bersih bila memasuki musim kemarau. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mendapatkan bantuan air bersih, salah satunya bantuan dari pemerintah daerah.

“Sejauh ini memang di Kampung Garung agak kesulitan masalah air bersih. Pernah kami menerima bantuan untuk sumur bor dari pemerintah, tapi gagal, karena saat melakukan penggalian tidak menemukan sumber air,” kata Kepala Desa Cirumput Beni Irawan, Minggu (19/5).

Meski demikian, pihaknya tak putus asa untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan suplay air bersih. Melalui Dana Desa (DD) akan di upayakan untuk membuat sumur bor kembali. Tentunya akan dilakukan dengan perencanaan dan pertimbangan yang matang.

“Kita sudah pikirkan resikonya, makanya kami tidak mau gagal lagi. Kita lakukan geo listrik terlebih dahulu untuk mengetahui titik sumber airnya. Dari kedalaman sudah diketahui sumber airnya, baru kita lakukan pengeboran. Ini sangat urgen dan harus segera di lakukan,” katanya.

Pembuatan sumur bor dengan alokasi anggaran DD senilai Rp 126 juta itu diharapkan bisa memenuhi kebutuhan air bersih di lima ke RTan. “Harapan kami tentu setelah ini tuntas bisa dimanfaatkan oleh warga yang benar-benar membutuhkan bantuan air bersih, apalagi menjelang musim kemarau yang biasanya susah air bersih,” tegasnya.

Tidak hanya masalah air bersih yang menjadi prioritas pembangunan di desanya. Sejumlah pembangunan yang didanai melalui APBDes terus diupayakan. Seperti pembangunan jalan beton yang menghubungkan Kampung Padaruum dengan Kampung Sukajaya sepanjang 100 meter dengan lebar sekitar 2,5 meter. Pembangunan tersebut menelan biaya sekitar Rp 50 juta.

“Kenapa jalan ini kita bangun? Ini menjadi akses utama dengan jalan kota atau menjadi alternatif bagi warga yang ke pasar. Sering kali juga terjadi kecelakaan akibat kondisi jalan, makanya kita bangun,” paparnya.

Pihaknya juga telah membangun jembatan Nagrok di Kampung Nagrok RT 02/RW 05 dan saluran irigasi. “Untuk saluran irigasi kita bangun karena banyak dibutuhkan oleh para petani. Ini juga termasuk hal yang segera, karena menyangkut hajat hidup orang banyak,” jelasnya.

Pihaknya menargetkan, pembangunan infrastruktur baik jalan, jembatan, saluran irigasi dan lainnya bis atutas pada tahun 2010. “Baru kita mendorong ke pemberdayaan lebih besar yang saat ini baru mencapai 20 persen. Mudah-mudahan masyarakat juga semakin sadar untuk menjaga aset bersama, jangan hanya bisa memnafaatkan, tapi butuh untuk dirawat,” harapnya. (sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.