Berkat Maraknya Postingan Fotonya di Medsos, Alamat TKW Misterius Ditemukan

Muhamad Ade Afriandi: Penanganan Aminah Hingga Sembuh

0 45

CIANJUR – Identitas dan alamat keluarga Aminah TKW misterius yang alami stroke akhirnya berhasil ditemukan. Upaya Disnakertrans Jawa Barat pun berbuah hasil, setelah informasi keberadaan TKW misterius itupun berhasil juga dilihat oleh keluarganya melalui media sosial.

Keluarga dari Aminah atau yang bernama asli Ummi Kulsum ternyata berada di Kampung Jangarang RT 04/02 Desa Panyusuhan Kecamatan Sukaluyu. Padahal sebelumnya Aminah dikabarkan bertempat tinggi di Desa Sindangjaya Kecamatan Ciranjang, namun tak ditemukan identitas dan keluarganya di beberapa desa yang diduga kampungnya tersebut.

Namun, dalam proses pencairan ternyata anak dari Aminah melihat postingan dan informasi dari media massa terkait adanya TKW misterius yang kemudian banyak dishare di media sosial.

“Awalnya bisa ketemu itu kan anaknya memang bisa menggunakan HP, ada beberapa orang yang ngirim ke dia dan ditunjukkan ke saya. Saya sempat tidak percaya, karena sebelumnya ketika hilang kontak banyak didapat informasi palsu. Tapi dilihat ada fotonya juga, dan memang mirip dengan keponakan saya itu,” ujar Ucu Gozali (59) paman Aminah.

Menurutnya, keluarga pun menghubungi pihak berwenang, jika TKW misterius tersebut adalah keluarganya yang hilang kontak sejak 5 tahun lalu.

“Berangkatnya sudah sejak 9 tahun, tapi lima tahun lalu sempat ada kontak namuan gak jelas suaranya. Mungkin itu mulai dia sakit. Alhamdulillah ada jalannya sekarang, dan bisa dihubungkan dan dipulangkan oleh para pihak yang berwenang usai dapat informasi tersebut,” kata dia.

Dia mengibaratkan bisa pulang kembalinya Aminah ke keluarga bagaikan mimpi. Pasalnya sudah berbagai upaya dilakukan pihak keluarga untuk mencari kontak Aminah atau Ummi Kulsum. Tidak adanya kontak yang jelas, ditambah tidak dikethauinya pihak sponsor mana dan perusahaan pemberangkatan TKI mana yang memberangkatkan Aminah menjadi kendala bagi keluarga mencari keberadaan keluarganya tersebut.

“Saya mengatasnamakan keluarga berterimakasih kepada semua pihak yang sudah berusaha menyebarkan informasi, mencari alamat, dan memulangkan keluarga kami ini,” katanya.

Kepala Disnaker Provinsi Jawa Barat, Muhamad Ade Afriandi, mengatakan, ditemukannya TKW Aminah tersebut berawal saat pihaknya mendapat informasi adanya pekerja migran Indonesia yang diberinama Aminah yang mengalami stroke dan dirawat di RS Kramat Jati.

“PMI ini dijelaskan oleh BNP2TKI sudah dirawat selama empat tahun di Arab Saudi sebelum dipulangkan ke Indonesia. Aminah ini kerap kali merespon ketika disebut Provinsi Jawa Barat,” kata dia.

Menurutnya, dari situ Aminah dipindahkan ke Bandung untuk dirawat lebih lanjut. Selama perawatan Aminah memberikan respon kembali ketika disebut nama Kabupaten Cianjur. Dan dari situ disebutkan juga satu per satu kecamatan di Cianjur, salah satunya Ciranjang.

“Ada ekspresi senyum dari Aminah saat disebut Ciranjang. Makanya kami koordiansi dengan pemerintah daerah, dan ternyata setelah mencari ada informasi lebih lanjut jka keluarganya berada di Sukaluyu. Benar saja Aminah ini beralamat di Sukaluyu tepatnya di Desa Panyusuhan,” kata dia.

Sebelum dipulangkan, ungkap dia, Disnaker Provinsi sudah melakukan setiap proses, mulai dari penyesuaian identitas, dan komitmen dengan keluarga serta daerah terkait penanganan kesehatan Aminah hingga sembuh. “Tidak hanya sampai dipulangkan, tapi kesehatan Aminah ini akan kami terus bantu hingga sembuh,” kata dia.

Dia menambahkan, terkait masih banyaknya PMI ke Timur Tengah, pihaknya akan berkoordinasi dengan BPMD agar disebarkan ke setiap desa untuk menyosialisasikan jika pemberangkatan PMI ke Timur Tengah itu dimoratorium.

Bahkan, menurut dia, pihaknya akan membentuk Migran Servis Center yang akan memantau mulai dari rekrutmen, pemberangkatan dan pemulangan PMI. Program itu dilakukan agar tidak ada PMI yang mengalami kondisi serupa sepertihalnya Aminah.

Menurutnya, untuk mencegah Pemberangkatan PMi ilegal, pihaknya akan menempatkan petugas untuk memantau dokumen para PMI. Jika ditemukan yang dokumennya mencurigakan maka akan dilaporkan ke BNP2TKI, Pemerintah darah, provinsi, hingga pusat.

“Kami pastinya akan melakukan berbagai upaya, tapi sepertinya kondisi moratorium membuat sebagian oknum menjadikan ini sebagai daya tarik untuk memberangkatkan PMi secara ilegal,” pungkasnya.(bay/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.