Guru SMKN 1 Pacet Belajar Pertanian di Korsel

0 28

CIANJUR – Guru SMKN 1 Pacet Ati Setiawati, menggali ilmu pengetahuan hingga ke Korea Selatan. Selama 20 hari dirinya mengikuti Pelatihan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pertanian Indonesia (Traning for Empowerment of Indonesian Agricultural Teacher’s and staff educations).

“Alhamdulillah setelah melalui berbagai seleksi ketat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, saya dipercaya mewakili sekolah untuk berangkat ke Korea Selatan. Kepergian saya ini untuk menimba ilmu mengenai pertanian di Korea Selatan,” tuturnya dijumpai setelah kepulangannya dari Korea Selatan.

Diakuinya program pendidikan ke luar negeri ini sangat bermanfaat untuk peningkatan wawasan, pengetahuan, dan kompetensi. Tentunya ini dapat dijadikan acuan dan pegangan bagi pendidik dan tenaga kependidikan lainnya yang ada disekolah masing-masing.

“Pelatihan ini sangat efektif dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi pendidik. Ini sesuai dengan Intruksi Presiden No. 20 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK di semua bidang,” terangnya.

Menurutnya, pelatihan ini terselenggara atas kerjasama antara Kemendikbud RI melalui Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dengan Korea Overseas Volunteers Associantio (KOVA) dan peran pihak Keduataan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Korea Selatan.

“Selama pelatihan saya mengikuti penerapan model pembelajaran dilaksanakan secara teori di dalam ruangan dan praktek di instalasi percobaan dan bengkel latih,” paparnya.

Dijelaskannya untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan di lapangan, pihak KOVA melibatkan sebuah lembaga pendidikan formal yaitu Chung Ang Vocational School yang terletak di provinsi GyeongGi-Do Korea Selatan.

Untuk Objek penelitian adalah Departement Of Animal Life dan Environmental Science College Of Agriculture Hankyong National University, Urban Agriculture Hortikultura, Prossesing Import Cofee mandehling.

“Ada juga materi yang disampaikan yakni Pengolahan teh daun lotus, Budidaya Kaktus, Pengolahan lahan untuk pertanian pasca Panen, hingga Keamanan dalam mengoperasikan Traktor (Tractor safety operation),” tuturnya.

Lebih lanjut selama di Korea Selatan kunjungan kebeberapa objek-objek penting seperti Visit ke PT. Hanter Technologi dan PT. LS. Emtron, Pameran Mesin Pertanian (Cheaonan Agricultural Machine Exhibition, DMZ for Ecology & Peace SDG’s 16 Peace

“Saya juga mengunjungi Justice dan Mesium Gingseng dan Gimje Meister High School for Agricultura Sience. Tentunya ini pengalaman yang luar biasa dan pertama kali bagi saya untuk menimba ilmu serta mudah – mudahan bisa kami terapkan di Sekolah,” paparnya.

Kepala SMKN 1 Pacet Ida Yuniati Surtika menjelaskan, melalui pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap guru. Terlebih SMKN 1 Pacet sudah menerapkan Teknologi Smart Farm dan budaya kerja disiplin Mempelajari tehnik penerapan K3 (safety) dalam operasional Alat Mesin Pertanian (AMP).

“Disini guru kami mengunjungi tempat-tempat strategis yang dapat menambah pengetahuan tentang budaya wirausaha masyarakat petani Korea. Diharapkan dengan adanya kegiatan pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada SMK Revitalisasi dapat dijadikan bekal dan acuan dalam melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah,” ungkapnya.

Diharapkan melalui pelatihan ini bisa menumbuhkembangkan jiwa wirausaha bagi peserta pelatihan yang nantinya dapat diterapkan kepada peserta didik. Semoga semua bantuan dan kemudahan yang telah diberikan menjadi amal baik serta pemicu dan pemacu, dalam rangka turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui revitalisasi pendidikan, khususnya pendidikan SMK di Indonesia.(yis/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.