‘Partai PRABOWO’ Berkuasa

Raih Kursi DPRD Terbanyak dan Mendapat Jatah Pimpinan

0 280

CIANJUR – Partai Gerindra dipastikan bakal mendapatkan jatah kursi Ketua DPRD Kabupaten Cianjur. Pasalnya partai yang dipimpin Prabowo Subianto tersebut berhasil meraih 11 kursi di Tatar Santri.

Bendahara DPC Partai Gerindra Kabupaten Cianjur, Andri Suryadinata, mengatakan, dalam Pileg 2019 pihaknya sejak awal menargetkan Gerindra akan mendapatkan 12 kursi, dari kursi awal di pemilu 2014 sebanyak 5 kursi.

“Dilihat dari target awal, itu sudah sesuai bisa naik ke 11 kursi. Tentu ini jadi prestasi besar bagi partai Gerindra di Kabupaten Cianjur, karena sudah meraih 22 persen kursi di DPRD Kabupaten Cianjur,” kata dia kepada wartawan saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (8/5).

Dia mengatakan, perolehan yang sigfinikan tersebut merupakan hasil dari kinerja dari para caleg gerindra, di samping menjadi efek dari pemilihan presiden dan wakil presiden, dimana Prabowo dan Sandi menjadi pasangan Capres dan Cawapresnya.

Menurutnya, perolehan kursi tersebut menjadikan gerindra berhak untuk memperoleh jabtan sebagai Ketua DPRD Kabupaten Cianjur. Namun dalam penetapan nama yang akan menduduki jabatan itu nanti, bakal menjadi kewenangan dari internal partai.

“Salah satunya akan mengacu pada banyaknya jumlah suara pribadi dalam pileg, di samping ada faktor penilaian lainnya,” ujar Andri yang juga merupakan Anggota DPRD terpilih 2019-2014.

Sementara itu, Pakar Hukum Tata Negara, Dedi Mulyadi, mengatakan, dengan mengacu para regulasi yang ada, suara terbanyak memiliki hak untuk menduduki jabatan tertinggi di DPRD Kabupaten Cianjur. Disusul oleh tiga suara terbanyak dari parpol lain sebagai unsur pimpinan yang menjabat sebagai wakil.

“Dilihat dari patsun yang sudah disesuaikan dengan Undang-udang MD3, ya menang dengan sendiri Gerindra mendapatkan jatah ketua,” kata dia.
Dia mengatakan, dalam penentuan ketua DPRD kabupaten Cianjur, diharapkan Partai Gerindra melihat kader yang memiliki track record, kemampuan yang cukup, dan ada faktor lainnya.

“Memang dalam penentuan namanya nanti menjadi kebijakan internal parpol, tapi perlu juga melihat bebreapa hal, sebab pada kahirnya ketua itu harus mampu merangkul semua pihak di tubuh DPRD kabupaten Cianjur,” pungkasnya.(bay/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.