SMK Ar-Rahmah Gelar Liwet Party

Tradisi 'Papajar' Menjelang Bulan Ramadan

0 20

CIANJUR – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, SMK Ar-Rahmah (Stekmal) Cianjur adakan perlombaan Liwet Party atau papajar ala Stekmal yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI, pada Rabu (24/4). Setelah perlombaan selesai, liwet yang telah dihidangkan langsung disantap secara bersamaan di lapangan sekolah.

Pembina Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMK Ar-Rahmah Cianjur, Rima Resmiati Rukmasa, mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut dimulai setelah usai shalat duha bersama, dan diikuti oleh seluruh siswa dari semua jurusan. Yang menjadi dewan juri dalam Liwet Party yakni komite sekolah dan guru-guru yang tidak mengajar di kelas.

“Ini dalam rangka menyambut bulan Ramadan yang akan dilaksanakan lebih kurang 10 hari ke depan, sekolah mengadakan kegiatan Liwet Party, semacam lomba liwet, jadi semua kelas ikut, masing-masing kelas di dampingi oleh wali kelasnya masing-masing,” kata dia kepada Cianjur Ekspres.

Rima mengungkapkan, kegiatan tersebut juga sebagai ajang di mana siswa antar kelas bisa berkreasi menimbulkan kreatifitas dan bakatnya dalam masak, termasuk siswa laki-lakinya karena kebanyakan jurusan teknik di SMK Ar-Rahmah laki-laki masak sendiri. Semua jurusan dari kelas X dan XI mengikuti, kecuali kelas XII yang sudah tidak ada di sekolah, karena sudah menyelesaikan kegiatan belajar.

“Untuk hadiah masih dirahasiakan oleh kepala sekolah, karena ini agenda tahunan menjelang bulan Ramadan. Lomba liwet ini bukan hanya dalam rangka papajar saja, tetapi sebelumnya juga pernah kami adakan dalam clas meeting, dan dalam rangka memperingati hari besar islam,” ujarnya.

Menurut Rima, dari segi biaya kalau liwet itu lebih murah dan mudah untuk dibuat dibandingkan dengan mengadakan lomba tumpeng, karena anak-anak lebih simpel dan lauk pauknya pun sederhana seperti tahu tempe, lalaban dan lainnya.

“Harapannya silaturahmi antar sesama siswa dengan guru bisa lebih kompak lagi, kemampuan anak bisa lebih kreatif dan berinovatif, karena ada juga kelas-kelas yang mereka itu biasa tapi ketika ditampilkan menjadi menarik ketika disajikan, kreatifitas seninya muncul dari siswa itu sendiri,” pungkasnya (job3/sri).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.