Sehat Menata Prestasi

Oleh: Casminih Tapip, M.Pd. Guru SMAN 1 Sukaresmi Cianjur

0 351

“Dia guru yang inspirator”. “Anak itu dinobatkan sebagai juara umum di sekolahnya”. “Wanita soleha sekaligus ibu yang sukses”. Pernahkah Anda mendengar kalimat-kalimat tersebut atau sejenisnya? Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar pernyataan itu? Sebagai pribadi yang menghargai dan mendambakan prestasi yang baik, pasti ingin berada di posisi mereka.

Sebelum membahas bagaimana menata prestasi, mari kita kenali terlebih dahulu, apa itu prestasi. Kata “prestasi” berasal dari bahasa Belanda yang artinya hasil dari usaha. Itu berarti, prestasi diperoleh dari usaha yang telah dikerjakan. “Prestasi” dalam KBBI, berarti hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya). Merujuk pada pengertian prestasi tersebut, itu berarti, apapun dan bagaimanapun hasil yang telah kita lakukan, itulah prestasi.

Lalu, apakah bila hasil yang kita peroleh tidak seperti yang kita harapkan, itu juga prestasi? Bila merujuk pada pengertian kata prestasi yang tertera di atas, jawabannya yaitu ”iya”, itu juga prestasi. Maka dari itu, kita juga pernah mendengar “Tahun ini prestasinya menurun”. Akan tetapi, kata “prestasi” itu sendiri memiliki makna konotasi yang positif. Jadi, bila ada yang mengatakan “Dialah pegawai berprestasi di kantor ini”, langsung tercerna dalam pikiran kita, kalau pegawai itu mempunyai kinerja yang paling baik diantara rekan-rekannya.
Arti Penting Sebuah Prestasi

Betapa banyak orang yang memburu prestasi. Bila tak memberikan makna penting dalam kehidupan, untuk apa manusia rela berkompetisi atau melakukan usaha dengan kerja keras demi prestasi? Tentunya, prestasi menorehkan arti yang sangat penting dalam perikehidupan manusia. Arti penting sebuah prestasi yaitu berikut ini.

1.Prestasi adalah wujud nyata dari usaha maksimal yang kita kerjakan yang bisa dinikmati oleh diri sendiri ataupun bersama orang lain.
2.Prestasi merupakan sebuah pengalaman berharga yang mengkristal dan dapat digunakan sebagai batu loncatan untuk menuju kepada prestasi-prestasi lainnya.
3.Prestasi adalah kebanggaan yang membahagiakan diri sendiri, keluarga, masyarakat, atau bahkan bangsa dan negara.
4.Prestasi dapat digunakan sebagai alat ukur keadaan seseorang akan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang terpuji.

Selain arti penting yang sudah tertera di atas, arti penting lainnya juga masih dapat kita temukan, bergantung kepada individu masing-masing dalam memandang sebuah prestasi. Artinya, arti penting sebuah prestasi seseorang, tidak mutlak diakui nilai pentingnya oleh individu lainnya. Hal yang pasti, prestasi memiliki nilai penting pada setiap individu.
Ragam Prestasi

Bila ditinjau dari keragaman bidang kehidupan yang dijalani oleh manusia, maka prestasi juga beragam. Keragaman prestasi terkelompokkan berikut ini.

1.Prestasi Akademik
Adalah hasil usaha yang diperoleh oleh pelaku pendidikan melalui penilainan kemampuan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu. Penilaian biasanya dilakukan oleh pengajar.

2.Prestasi Kerja
Adalah hasil usaha yang diperoleh oleh seseorang akan kinerja yang dilakukan pada instansi tempat bekerjanya. Penilaian biasanya dilakukan oleh atasan atau pimpinan instansi.

3.Prestasi Bakat
Adalah hasil usaha yang diperoleh seseorang akan bakat yang dimilikinya melalui kompetisi atau adu bakat yang diselenggarakan oleh organisasi, instansi, atau kelompok masyarakat. Penilaian biasanya dilakukan oleh perwakilan organisasi, instansi, atau kelompok penyelenggara kompetisi atau adu bakat tersebut.

4.Prestasi Sosial

Adalah hasil usaha yang diperoleh seseorang akan perilaku sosial kemasyarakatan yang dilakukan oleh dirinya. Prestasi sosial biasanya tidak dikompetisikan. Penilai untuk prestasi sosial adalah seluruh masyarakat atau lembaga tertentu atau bahkan pemerintah yang mengetahui atau merasakan efek kegiatan sosial yang dilakukan oleh pelaku. Meskipun tidak dikompetisikan, penghargaan berupa materi atau imaterial tetap ada untuk pelaku prestasi ini.
Pemerolehan Prestasi

Tidak seperti halnya membalikkan telapak tangan, memperoleh prestasi yang membanggakan merupakan hal yang sulit atau rumit. Tidak pernah ada prestasi yang sekonyong-konyong datang menghampiri kita, tanpa kerja keras dan persiapan serta rencana yang matang. Jadi, untuk memperoleh prestasi tentu saja harus melewati atau memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu. Inilah yang harus kita jejaki untuk menggapai prestasi yang dinantikan kehadirannya.

1.Kejujuran
Kejujuran merupakan syarat utama untuk mendulang prestasi. Mengapa demikian? Kejujuran akan mengantarkan alur pikir kita memasuki area kesehatan berpikir. Diibaratkan sebuah payung, kejujuran akan melindungi kita dari kejahatan logika dan rencana. Barangkali ada yang mengemukakan berdasarkan pengalaman pada sebuah kompetisi, si kompetitor melakukan hal-hal yang menodai kejujuran tetapi dia tetap mendapatkan prestasi gemilang. Bila terdapat kompetitor yang demikian, sebenarnya dia telah beberapa langkah menuju kemunduran. Alur pikirnya terpolusi dengan euforia sesaat. Hal yang paling mengerikan, telah tumbuh dan berkembang virus yang menggerogoti ketenangan hidupnya. Kesehatan berpikir telah diretasnya sendiri dan akan terus mempengaruhi jalan logikanya. Prestasi-prestasi berikutnya akan sulit tercipta pada individu yang jalan pikirnya telah sakit karena mengabaikan kejujuran sebagai pilar utama.

2.Mintalah kepada Allah
Tidak bisa disangkal lagi, kita adalah hamba-Nya. Kehadiran kita di dunia ini serta segala yang terjadi pada diri kita merupakan kehendak-Nya. Jadi, ungkapkan apa yang kita inginkan kepada yang maha tinggi bukan kepada yang selain Dia. Sudah barang tentu, permintaan kita pada-Nya berbentuk doa-doa.

3.Kerja Keras

“Usaha tidak akan mengkhianati hasil”, adalah slogan yang sangat logis. Bila kita jabarkan slogan itu, usaha yang biasa-biasa saja tentu akan berbuah hasil yang biasa-biasa pula. Bagaimana dengan usaha yang maksimal? Ya tentu akan memanen hasil yang maksimal juga. Apabila tidak ada usaha? Jangan berharap akan ada hasil, apalagi hasil yang gemilang.
Berdasarkan uraian tentang usaha tersebut, kerja keras adalah sebuah keharusan untuk mewujudkan hasil yang membanggakan.

4.Berpikir Positif
Kejujuran mempunyai daya magnet yang hampir sama dengan berpikir positif terhadap kelancaran seseorang dalam mempersiapkan prestasi yang diharapkan. Selalu mencurigai orang-orang di sekitar area prestasi yang ingin kita raih, akan menjadikan diri kita dipenuhi polusi yang mengakibatkan tidak menguntungkan pola pikir alias pikiran kita tidak sehat. Muatan negatif yang sebenarnya diciptakan oleh diri kita sendiri, akan bertindak sebagai sumbatan dalam pengembangan daya pikir kita. Bila daya pikir sudah tidak baik, mana mungkin usaha membuahkan hasil yang baik. Maka dari itu, buang jauh-jauh pikiran negatif kita. Fokus kepada apa yang harus dipersiapkan agar kegiatan mendulang prestasi tidak ada sumbatan-sumbatan.

5.Hargai Keputusan Penilai dengan Lapang Dada

Telah diuraikan di atas, hal-hal yang harus dipersiapkan untuk mendulang prestasi. Sudah diungkapkan pula, prestasi yang kita terima merupakan hasil penilaian orang lain. Harus kita sadari bahwa hal-hal yang kita rencanakan dan kita angankan hasilnya, tidak selalu selaras dengan yang kita harapkan. Di sinilah kedewasaan kita diuji. Sikap menerima keputusan penilai akan berlanjut atau berdampak terhadap persiapan prestasi-prestasi berikutnya. Kalah dalam satu kompetisi dan kita menerima dengan lapang dada, akan membangun kekuatan yang lebih baik untuk kompetisi berikutnya. Mengapa demikian? Karena setelah itu kita akan memperbaiki kekurangan yang terjadi pada diri kita. Akan tetapi, bila kalah dalam satu kompetisi diakhiri dengan reaksi menyalahkan keadaan, kekurangan yang terjadi pada diri kita akan semakin membesar, hal itu akan menenggelamkan impian-impian berikutnya.

Mari kita dulang prestasi dengan persiapan dan persyaratan yang sehat. Persiapan sehat akan memudahkan kita melaksanakan apa yang harus dikerjakan. Urutan-urutan langkah yang harus kita lakukan dalam mendulang prestasi juga merupakan bagian persiapan yang sehat. Selanjutnya, persiapkan jiwa kita untuk menempuh persyaratan-persyaratan yang harus melekat dalam diri. Dengan persiapan dan persyaratan yang sehat, melenggang menuju prestasi akan lebih mudah dicapai. Semoga.**

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.