Film Sexy Killer Gugah Kesadaran Penggunaan Energi

0 123

CIANJUR – Puluhan orang nonton bareng film dokumenter Sexy Killer di Kepal Kopi, Sabtu (20/4) malam. Pemutaran film tersebut diharapkan mampu membuka kesadaran banyak pihak terkait penggunaan energi, termasuk dampak dari adanya tambang untuk menghasilkan sumber energy tersebut.

Perlu diketahui Sexy Killer merupakan film dokumenter yang dipublikasikan oleh Watchdoc Image di chanel youtubenya. Meski baru dipublikasikan pada 13 April 2019, film dokumenter tersebut sudah ditonton lebih dari 17 juta kali.

Film tersebut bercerita tentang penggunaan energi, dimana energi terutama listrik tersebut banyak dihasilkan melalui pembangkit tenaga uap dengan batu bara sebagai sumber daya utamanya. Di dalamnya, terdapat juga pengulasan tersebut bagaimana batu bara diambil, dengan dampak besar di baliknya.

Tidak hanya itu, diulas juga para pejabat tinggi negara yang menjadi pemilik dan pemegang saham di dalam tambang batubara tersebut.

Owner Kepal Kopi, Delonix Intan, mengatakan, awal rencana pemutaran film dokumenter tersebut ialah ketika dirinya menonton filmnya di hari pertama rilis. Hal itupun menjadi diskusi kecil dengan beberapa teman yang merupakan aktivis.

“Yang menjadi ketertarikan adalah film dokumenter ini sangat bisa dilihat dan diambil kesimpulannya berdasarkan perspektif apa yang mau kita putuskan untuk melihat film ini, politik kah? Lingkungan hidup kah? Atau sekedar film dengan ajakan golput karena 1 dan 2 sama-sama memiliki dosa?” kata dia.

Ketertarikan itu, lanjut dia, membuat dia dan teman sasama aktivisnya mengadakan nonton bareng dan diskusi terbuka. “Sekaligus menjadi “method survey” sederhana saya untuk melihat berbagai macam cara pandang warga Cianjur dalam melihat suatu kasus,” tuturnya.

Dia mengatakan, ada hal penting yang harus diketahui publik terkait film ini menurut saya lebih ke kesadaran dalam penggunaan energi selama energi terbarukan belum menjadi solusi.

“Perihal muatan dan penjabaran politis di dalam film ini saya pikir cukup jelas untuk menjelaskan perihal konstalasi politik Indonesia,” ucap dia.

Delonix menambahkan, jika dibahas lebih lanjut mungkin dirinya akan membuat forum terpisah di hari yang lain, karena bahasannya sangat dalam, panjang, dan melebar. Termasuk kaitan pertambangan, baik untuk galian C atau emas di Kabupaten Cianjur.

“Kami akan lakukan diskusi lain, kaitan dengan kondisi di Cianjur. Supaya dampak pertambangan sumber daya tidak juga terjadi di Cianjur, disertai mencari solusinya,” kata dia.(bay/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.