Bibit Jagung Subsidi yang Dijual Bukan Bantuan untuk Cianjur

DPPPH Pastikan Jenis Bantuan Bisi 228 dan 18, Sedangkan yang Dijual Bisi 222

0 104

CIANJUR – Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Hortikultura (DPPPH) Kabupaten Cianjur memastikan bahwa bibit jagung bersubsidi yang diperjualbelikan di wilayah Cianjur selatan bukan bantuan untuk Kabupaten Cianjur. Kepastian tersebut setelah dilakukan pengecekan jenis bibit jagung yang diperjualbelikan dengan bibit jagung yang diterima oleh DPPPH.

“Bisa saya pastikan kalau persoalan adanya bibit jagung subsidi yang dijual itu bukan bantuan untuk Cianjur. Itu merupakan bibit jagung dari luar Cianjur, saya tidak tahu dari mana asalnya. Hanya yang pasti bukan bantuan untuk petani di Cianjur,” tegas Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan DPPPH Henny Iriani Winata kepada Cianjur Ekspres, Senin (15/4).

Menurut Henny, bibit jagung subsidi yang di jual tersebut jenis Bisi 222, sedangkan bantuan untuk Cianjur itu Bisi 228 dan 18. “|Jelas jauh beda, untuk jenis bantuan itu masing-masing sudah ditetapkan. Untuk Kabupaten Cianjur itu jenis Bisi 228 dan 18, sedangkan yang dijual itu jenis Bisi 222,” tegas Henny.

Pihaknya mengaku, tidak tahu persis dari mana asal bibit jagung yang di jual tersebut. Akibat adanya kabar bibit bantuan dijual, sempat membuat gaduh. “Jelas meski bukan bantuan yang diterima oleh kita (Cianjur) ini membuat keresahan juga. Padahal bantuan yang kita terima benar-benar disalurkan kepada masyarakat, tidak ada yang dijual belikan,” katanya.

Kepastian bahwa bantuan bibit jagung bersubsidi sampai kepada masyarakat kata Henny, pihaknya selalu mengambil sampul atau bungkus bibit jagung tersebut setelah diterima oleh petani. “Setelah kita serahkan bantuannya, bungkusnya kita ambil, sebagai bukti kalau sudah tersalurkan kepada yang berhak menerima. Jadi tidak ada yang dijual, semuanya kita sampaikan kepada para petani,” jelasnya.

Seperti diberitakan, sungguh keterlaluan, ada saja tindakan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab ini. Bantuan pemerintah berupa benih jagung bersubsidi dengan tulisan tidak untuk diperjualbelikan malah diduga dijual bebas. Kejadian tersebut terjadi di wilayah Sindangbarang, Cianjur selatan. Benih jagung tersebut diduga dijual dengan harga Rp 190 ribu per karungnya.

Belum diketahui siapa oknum yang menyebarkan benih jagung tersebut untuk dijual. Dari keterangan pemilik toko, benih jagung tersebut didapat dari seseorang, lalu ada dari UPTD sampai dari dinas.

Direktur Cianjur Aktivis Independen (CAI), Farid Sandi, mengomentari adanya dugaan penjualan benih jagung bersubsidi tersebut yang diperuntukkan gratis untuk para petani.

“Pada prinsipnya apabila memang ini terjadi jual beli benih yang tidak seharusnya dijual, ini merupakan kejahatan luar biasa. Pasalnya ini harusnya sampai ke masyarakat dengan gratis,” ujar Sandi, di Cianjur.

Menurutnya benih, jagung subsidi untuk petani yang dijual bebas tidak terjadi hari ini saja. Ia menduga penjualan benih jagung subsidi tersebut sudah terjadi setiap tahun

“Nyatanya diperjualbelikan. Kami pikir ini bukan kali ini saja. Ini sering terjadi dari tahun ketahun. Tentu dalam hal ini sama dengan tindak pidana korupsi,” kata Farid.

Ia mengatakan sudah terjadi penyalahgunaan wewenang sesuai dengan Undang-undang No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. “Kami juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan atas kejadian ini. Harus ditindak ini dzolim namanya karena sudah merampas hak para petani,” ujar Farid.

Adanya dugaan jual beli benih jagung bersubsidi telah sampai kepada aparat. Dari informasi aparat yang berwajib telah meluncur untuk mengumpulkan bahan dan bukti terkait adanya dugaan jual beli benih jagung ini. (sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.