Larangan Tak Digubris, Caleg Pasang APK di Pohon

Gerakan Resik Nusantara: Jangan Pilih Caleg Perusak Pohon

0 185

CIANJUR – Penggiat lingkungan di Kabupaten Cianjur menyayangkan banyaknya alat peraga kampanye (APK) yang dipasang di pepohonan, terutama di kanan kiri jalan. Meski sudah beberapa kali ditertibkan, oknum tim pemenangan calon legislatif (caleg) kembali memasangnya.

Penggiat lingkungan, Eko Wiwit mengatakan, setiap penyelenggaraan pemilu, baik untuk kepala daerah, provinsi, hingga legislatif dan presiden, dirinya selalu mendorong agar tidak ada pemasangan APK di pohon.

Sayangnya, dorongan tersebut tidak juga didukung oleh regulasi yang ketat dan tegas bagi pelanggar. Sehingga mereka tetap memasang APK di pohon dalam masa kampanye.

“Sudah seharusnya pohon itu bukan dijadikan sarana untuk memasang alat peraga. Baik itu sekedar memakai kawat, apalagi menggunakan paku,” kata dia saat dihubungi Cianjur Ekspres malalui telepon seluler, Minggu (31/3).

Namun menurutnya, Bawaslu seharusnya sudah memiliki aturan tegas, termasuk memberikan sanksi bagi pelaku pemasangan APK di pohon. Dia menambahkan, para caleg ataupun tim pemenangannya harus juga sadar untuk melindungi dan merawat pohon. Pasalnya sebagai warga negara yang berbudaya, beradab dan bertiga, sudah semestinya bisa menghargai pohon.

“Kalau saja pohon seperti hewan buas, pasti sudah menggigit jika diganggu. Dan manusia pun saya rasa juga akan marah jika diganggu. Makanya sebagai makhluk yang berakal, harus sudah sadar dengan sendirinya agar melindungi pohon sebagaimana mestinya,” tegas dia.

Sekretaris Gerakan Resik Nusantara (Green) Kabupaten Cianjur, Angga Saputra, mengaku geram dengan ulah para celag yang sebarangan memasang APK dengan merusak pohon. Padahal sudah jelas dalam UU Nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu melarang pemasangan APK di pohon. “Parahnya undang-undang itu dihiraukan oleh tim suksesnya,” tuturnya.

Jika atribut kampanye itu masih terpasang di pohon, tegas Angga, pihaknya akan menggelar unjuk rasa ke penyelenggara pemilu. Tak hanya itu, aktivis pecinta lingkungan ini juga akan mencabut seluruh APK yang melanggar.

“Kami harap masyarakat lebih pintar dalam memilih calon legislatif. Belum terpilih saja sudah merusak, apalagi nanti kalau sudah terpilih. Oleh karena itu, jangan pilih caleg perusak pohon!” ungkapnya.

Di samping itu, ribuan APK mengotori lingkungan di sepanjang Jalan Nasional-Cipanas hingga ke Jalan Raya Bandung. Hal tersebut tentunya sangat mengganggu keindahan lalu lintas, selain itu juga menjadi buah bibir warga atau para pengguna jalan lainnya.

Imas (41) pengendara sepeda motor asal Haurwangi mengaku risih dengan banyaknya APK caleg dari berbagai partai. Menurutnya selain mengganggu pemandangan juga menjadikan sepanjang jalur dari Haurwangi hingga Cianjur bertebaran APK.

“Saya lihat APK tersebut ada yang jatuh, robek dan sebagainya. Menurut saya keindahan di sepanjang Jalan Raya ini sekarang dipadati APK para caleg dan capres,” terang Imas.

Warga lainnya Rokayah (36) asal Kecamatan Pacet juga mengatakan, keberadaan APK di sepanjang Jalan Raya di Cipanas yang terpasang di pohon-pohon tersebut selain mengganggu juga bisa merusak eko sistem tumbuhan. Menurutnya, APK atau baliho tersebut dipasang dengan menggunakan paku. Dan apabila sudah selesai masa kampanye dibiarkan begitu saja oleh pemasangnya.

“Kalau tidak salah, pemasangan APK itu ada zona-zona yang sudah ditentukan oleh penyelenggara pemilu. Artinya, penyelanggara inilah yang harus bertindak tegas kepada para Caleg atau tim sukses ke masing-masing partai yang sekiranya memasang APK di pohon-pohon,” katanya.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Cipanas, M Abdul Azis belum lama ini didampingi Satpol PP Kecamatan Cipanas sudah menertibkan ratusan APK mulai dari bendera parpol yang terpasang di pagar trotoar depan Pasar Cipanas.

Menurutnya penertiban APK akan dilakukan secara berkala. Dengan dimulai dari hari Jumat (29/3) hingga 13 April 2019. “Titik fokus penertiban saat ini kita lakukan APK yang terpasang di pagar pembatas Jalan Raya depan Pasar Cipanas. Ada lebih dari Seratus APK dari berbagai partai politik yang sudah ditertibkan bersama Satpol PP Kecamatan Cipanas,” katanya.

Anggota Bawaslu Kabupaten Cianjur, Hadi Dzikri Nur, mengatakan, sudah sangat jelas APK yang terpasang di pohon sudah menyalahi aturan perda. Namun menurutnya, jika bawaslu saat ini hanya menginfentarisir atau menghitung berapa banyak APK yang terpasang, karena hal tersebut dilakukan untuk dijadikan laporan dari semua partai politik yang ada di Kabupaten Cianjur.

“Kita punya tolak ukur untuk APK besar, sedang dan kecil itu harganya berapa dan nanti laporan dari semua parpol itu sesuai apa tidak! Adapun untuk permasalahan melanggar atau tidaknya tentunya pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah dalam hal ini Satpol PP,” terangnya.

Hadi mengatakan, zona yang telah ditentukan itu sangat jelas dan bukan di Pohon melainkan di lapangan atau tempat yang telah ditentukan. Hadi berharap sekali bagi para peserta pemilu di tahun 2019 bisa mentaati aturan. “Pohon dan tiang listrik itu sangat jelas tidak diperbolehkan untuk dipasangi APK,” katanya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Cianjur, Muzani Saleh, mengatakan, sejak beberapa pekan terakhir, pihaknya telah melakukan penertiban APK yang dipasang atau ditempelkan di pepohonan. “Selain baliho dan spanduk yang melanggar, kai juga tertibkan apk yang ada di pohon kanan kiri jalan,” kata dia.

Meski telah ditertibkan, lanjut dia, beberapa hari kemudian sudah terpasang APK. Menurut dia, Satpol PP akan berkoordinasi dengan Bawaslu Kabupaten Cianjur untuk menertibkan lagi APK yang melanggar pohon.

“Jadi kami akan kembali koordinasi dengan Bawaslu. Sebab untuk kegiatan sebelumnya juga ada penetapan dari Bawaslu dan ditindaklanjuti oleh Satpol PP,” kata dia.

Menurutnya, pemasangan APK di pepohonan terutama di kanan kiri jalan sudah melanggar aturan, baik segi lokasi ataupun sarana pemasangannya. “Makanya perlu untuk ditertibkan,” kata dia.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kabupaten Cianjur, Hadi Dzikrk Nur, mengatakan, pihaknya akan segera melakukan penindakan terhadap APK yang melanggar. Apalagi APK yang terpasang di lokasi yang tidak seharusnya, seperti di pohon kanan kiri jalan.

“Untuk yang sterilnya nanti di saat masa tenang kampanye. Tapi kami akan coba koordinasi lagi dengan Eka, gimana teknis sebenarnya,” kata dia.

Dia mengaku juga akan terus komunikasi dengan caleg di Pemilu 2019 ini, terkait pemasangan APK di tempat yang tidak seharusnya. “Kami sudah ingatkan mereka, semoga tidak ada lagi yang memasang APK di pepohonan,” ucapnya.(bay/yis/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.