Simulasi Pencoblosan, Edukasi Bagi Pemilih

0 86

CIANJUR – Masih banyak yang harus dievaluasi dari suara yang tidak sah, dari proses dilakukannya pemungutan surat suara dari hasil simulai pemungutan dan penghitungan suara yang di adakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur, pada Minggu (24/3) di MAN 1 Cianjur.

Anggota KPU Cianjur, Ridwan Abdullah mengatakan, tujuan diadakannya simulasi memang untuk memberikan sebuah sosialisasi bagaimana prosesi pemungutan di tempat pemungutan suara (TPS), yang sosialisasinya diberikan kepada warga atau pemilih.

“Ini sekaligus memberikan edukasi kepada mereka tentang tata cara melakukan pencoblosan di TPS. Buat kami tujuannya sebagai penyelenggara, yakni sebagai bahan evaluasi atau barometer dalam melakukan prosesi pemungutan dan perhitungan yang nantinya akan dijadikan perbaikan untuk tahapan pelaksanaannya di tanggal 17 April,” kata dia kepada Cianjur Ekspres.

Hasil simulasi kali ini memang ada beberapa hal yang perlu dijadikan perhatian, salah satunya terkait dengan tata cara prosesi rapat dilakukannya pemungutan dan juga penghitungan suara yang dilakukan oleh Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara. (KPPS).

Selain itu, pemahaman dari KPPS terkait data pemilih yang pindahan, karena ini ada kaitannya dengan jumlah surat suara yang natinya akan diterima oleh pemilih, karena jika nantinya salah dalam memberikan surat suara, jelas pengaruhnya akan berefek pada perhitungan yang berikutnya.

“Dalam prosesi penghitungan di C plano karena memang jumlah peserta politiknya banyak, terutama dalam hitungan C plano untuk DPR, baik DPR RI, Kabupaten, maupaun provinsi, itu dalam penghitungan C planonya memang perlu ketelitian dari petugas KPPS mengingat jumlah peserta politiknya banyak,” ungkapnya.

Tapi, lanjut dia, ini adalah bahan evaluasi KPU untuk melakukan perbaikan terutama dalam pembekalan atau bimtek kepada petugas KPPS.

“Alhamdulillah secara anggaran memang telah diakomodir oleh KPU sehingga kami nanti bisa melakukan Bimtek kepada KPPS,” katanya.

Tidak ada kendala yang signifikan dalam Simulasi tersebut, namun terkait kesiapan petugas KPPS apabila menghadapi antrian dari para pemilih yang membludak, dan itu memerlukan kesiapan juga, terutama kesiapan di petugas KPPS, petugas KPPS akan diberikan Bimtek.

“Dari hasil simulasi ini kami tidak bisa bicara mana yang unggul dan tidak, karena yang kami tekankan di sini adalah prosesi pencoblosannya atau mekanismenya. Kami dari pihak penyelengara siapapun yang menang dan lain sebagainya, itu bukan urusan kami, tetapi bagaimana pelaksanaan pemilu ini bisa berjalan sesuai dengan regulasi yang ada,” pungkasnya (job3/sri).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.