Menteri LHK: TNGGP Taman Nasional Tertua

Terdapat Sumber Air yang Dimanfaatkan Masyarakat

0 64

CIANJUR – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Siti Nurbaya menyebutkan bahwa kunjungannya ke Cianjur untuk menghadiri HUT Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang ke-39 dan Hari Bakti Rimbauan ke-36.

“TNGGP ini merupakan salah satu Taman Nasional tertua yang ada di Indonesia,” terang Siti Nurbaya, belum lama ini.

Dikatakannya, sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Plt Bupati Cianjur H Herman Suherman, keberadan TNGGP ini terdapat sumber air yang bisa memenuhi kebutuhan bagi masyarakat Kabupaten Cianjur.

“Apa yang disampaikan Plt Bupati Cianjur itu benar adanya. Karena keberadaan TNGGP ini merupakan sumber mata air yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Cianjur,” ujarnya.

Menurutnya, kawasan hutan tersebut dalam berbagai fungsinya ada yang konservasi ada yang dilindungi ada juga yang produktif. “Sesuai dengan instruksi dari Presiden RI Joko Widodo bahwa fungsi hutan ini harus terasa oleh rakyat. Akan tetapi ekosistem yang ada didalam hutan tersebut harus tetap dijaga,” katanya.

Kepala Bidang PTN Wilayah Cianjur 1 Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Diah Qurani, mengatakan, kedatangan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI ke Cianjur untuk menghadiri peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-36 dan Hari Ulang Tahun Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) ke-39.

“Menyambut ibu menteri kami menyelenggarakan Festival Kolaborasi TNGGP dengan Masyarakat sekitar kawasan. Untuk tema kegiatan yakni hutan untuk kesejahteraan rakyat dan lingkungan sehat (Leuweung Hejo, Masyarakat Ngejo),” katanya.

Diah menambahkan dalam Festival Kolaboratif TNGGP dengan masyarakat sekitar kawasan ini, dibagikan pembagian bibit tanaman kepada masyarakat, pameran produk masyarakat dan Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan TNGGP, hingga khitanan massal.

“Alhamdulillah acara berlangsung lancar dan dimeriahkan hiburan rakyat kesenian tradisional angklung dari SD binaan TNGGP dan pemain musisi jalanan (angklung keliling),” katanya.

Dalam kunjungannya ke TNGGP, Menteri LHK RI Siti Nurbaya yang didampingi Plt Bupati Cianjur H Herman Suherman melakukan simbolis penanaman pohon keras di areal Gedung TNGGP.

Di samping itu, Siti Nurbaya mengaku bahwa pihaknya akan menurunkan langsung Sekjen LHK dan tim Survey ke Cianjur (lokasi hutan kota) dalam pekan dekat ini.

“Seperti yang disampaikan oleh Plt Bupati Cianjur Herman Suherman bahwa Pemkab Cianjur mempunyai lahan kurang lebih 4 hektar untuk dijadikan hutan kota,” terang Menteri LHK RI Siti Nurbaya, belum lama ini.

Menteri LHK RI Siti Nurbaya menegaskan jika keinginannya untuk memajukan Kabupaten Cianjur salah satunya dengan membangun hutan kota. “Pokoknya aku mau Cianjur ini bagus, dan menjadikan hutan kota paling bagus diantara Kota/Kabupaten lainnya,” katanya.

Dalam sambutannya Menteri LHK RI tersebut langsung mengintruksikan Sekretaris Jendral LHK bahwa di tahun 2019 ini Hutan Kota Cianjur segera dibagun. “Ini saya Menteri langsung yang mengintruksikan Sekjen LHK. Dan dalam waktu dekat ini kita akan langsung kerjakan,” ujarnya.

Menurutnya hal tersebut atas dasar dan dorongan dari Presiden Joko Widodo bahwa edukasi publik ini lagi gencar-gencarnya dibutuhkan. “Saat ini banyak masyarakat yang kepo tentang sesuatu yang belum diketahuinya. Dengan sendirinya akan terus digali dan digali untuk mengetahuinya,” katanya.

Siti Nurbaya mengatakan, ketika sudah terbangun hutan kota, diharapkan bisa menjadi edukasi dan ruang publik yang benar – benar bermanfaat bagi semua masyarakat.(yis/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.