DAK Pendidikan Dipangkas 60 Persen

Mendikbud: Nanti Saya Cek Dulu Apa Memang Ada Pemangkasan Atau Tidak

0 94

CIANJUR – Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan untuk Kabupaten Cianjur dipastikan terpangkas di tahun ini. Hal itupun dinilai akan memberatkan Cianjur dalam menata bidang pendidikan, terutama pasca terjadinya Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK di Tatar Santri.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Sapturo, mengatakan, pemangkasan yang pertama kalinya diketahui dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat melakukan kunjungan kerja ke sana, sudah dipastikan memang terjadi.

Menurutnya, anggaran DAK untuk Cianjur di 2019 ini sudah masuk dalam DPA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur. “Iya sudah terpangkas, karena kan sudah ketuk palu anggaran juga di pusat untuk tahun ini,” kata dia kepada Cianjur Ekspres saat dihubungi melalui telepon seluler,
Minggu (24/3).

Menurutnya, dari informasi yang diterima DPRD Kabupaten Cianjur, pemangkasan DAK pendidikan mencapai sekitar 60 persen, dimana yang semula sebesar Rp 56 miliar di 2018, menjadi hanya Rp 22 miliar di 2019 ini.

Menurutnya, besaran pemangkasan tersebut akan berpengaruh pada penyelenggaraan pendidikan di Cianjur. Mengingat prestasi dan posisi bidang pendidikan Kota Santri yang masih berada di peringkat bawah.

“Pasti sangat berpengaruh. Di satu sisi harus ada yang dikejar, tapi dukungan dari anggaran malah terbatas karena pemangkasan tersebut,” kata dia.

Terkait faktor terjadinya pemangkasan DAK untuk Cianjur, Sapturo menyebutkan ada beberapa kemungkinan, di antaranya dampak dari OTT DAK pendidikan yang melibatkan bupati, kepala dinas, dan beberapa orang yang sudah dijadikan tersangka.

“Selain itu informasinya juga kaitan ada laporan pengelolaan anggaran pendidikan yang terlambat. Namun juga ada beberapa faktor lain. Kalau yang OTT bisa jadi sebagai pembelajaran bagi Cianjur, tapi kami seharusnya itu tidak terjadi karena Cianjur harus banyak berbenah untuk memperbaiki bidang pendidikan ini,” kata dia.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Mutaqin, mengiyakan kaitan pemangkasan DAK pendidikan untuk Cianjur di tahun ini. Namun, berbeda dengan Sapturo, Oting menyebutkan anggaran dipangkas hanya hingga angka Rp 37 miliar dari nilai di tahun sebelumnya yang mencapai Rp 50 miliar lebih.

“DAK pendidikan tahun ini, untuk SD sekitar Rp 20 miliar dan SMP sebanyak Rp 17 miliar. Sebelumnya lebih dari Rp 50 miliar,” kata dia.

Menurutnya, dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan ruang kelas baru dan rehab kelas yang rusak. Dengan adanya pemangkasan tersebut, kemungkinan ada beberapa rencana program yang urung dilaksanakan.

Bahkan, Oting menyebutkan, untuk mengejar target peningkatan kualitas pendidikan Cianjur, nilai DAK sebelum dipangkas pun masih kurang. Apalagi, jika dananya terkena pemangkasan.

“Kalau bisa saya sebut ini kurang, kurang, kurang, bahkan 10 kali kurangnya. Di satu sisi saya ingin berbenah di bidang pendidikan pasca OTT, tapi anggaran yang ada terbatas. Sehingga hanya bisa menjalankan, terlebih sifatnya saya meneruskan program kerja dari kepala dinas sebelumnya, dengan kondisi seperti saat ini,” kata dia.

Ditanya kaitan penyebab terjadinya pemangkasan, Oting mengaku belum mengetahui pasti, sehingga dirinya harus berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah RI, terutama Kemendikbud.

“Apa memang ada kaitannya dengan OTT atau tidak saya belum tahu. Tapi untuk kaitan laporan dana BOS yang terlambat saya kita tidak, karena pelaporan nya sudah sesuai dengan waktu yang ditentukan,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, mengaku belum tahu ada DAK pendidikan yang dipangkas. Rencananya dia bakal melakukan pengecekan terlebih dulu, termasuk untuk mengetahui penyebab adanya pemangkasan tersebut. “Nanti saya cek dulu, apa memang ada pemangkasan atau tidak,” ujar dia saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Cianjur, Jumat (22/3).(bay/red/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.