Lima Desa di Sukanagara Disergap Bencana

Banjir dan Tanah Longsor

0 112

CIANJUR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat ada lima desa di Kecamatan Sukanagara yang mengalami bencana alam, baik longsor ataupun banjir. Warga yang tinggal di dekat lokasi bencana pun diimbau untuk mengungsi sementara waktu, sebab dikhawatirkan terjadi bencana susulan.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno, mengatakan, ada tiga titik bencana longsor, dua di antaranya terjadi di pemukiman sehingga menimpa rumah warga sementara satu lainnya membuat jalan utama menjadi amblas. Di sisi lain, banjir akibat luapan sungai terjadi di dua desa di wilayah tersebut.

“Untuk longsor terjadi di Desa Gunungsari, Desa Sindangsari, dan Desa Sukarame. Sedangkan untuk banjir terjadi di Desa Sukakarya dan Desa Sukalaksana,” kata dia kepada Cianjur Ekspres saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (21/3).

Menurutnya, bencana-bencana tersebut terjadi dalam waktu berdekatan, tepatnya pada Rabu (20/3) sore, namun untuk longsor di Sukarame terjadi pada malam hari.

Dia menjelaskan, bencana longsor di Desa Gunungsari terjadi pada pukul 16.30 Wib tepatnya di kampung Babakan Mala, tercatat ada tiga rumah rusak berat dan satu orang korban yang mengalami luka ringan. Di Desa Sidangsari bencana longsor terjadi pada pukul 15.00 Wib di Kampung Babakan, akibatnya rumah warga di sana juga tertimpa material longsoran.

“Untuk di Desa Sukarame itu terjadi longsoran yang mengakibatkan jalan utama Sukanagara-Pagelaran yang menjadi akses dari perkotaan menuju wilayah selatan Cianjur menjadi amblas sepanjang puluhan meter dengan lebar hingga pertengahan marka jalan,” kata dia.

Untuk bencana banjir, BPBD mencatat ada enam rumah warga yang mengalami kerusakan ringan di Desa Sukakarya. Selain itu di Desa Sukalaksana juga terjadi bencana banjir sekitar pukul 15.00 Wib, namun pihaknya masuk mencari data dampak banjir di desa tersebut.

Sugeng menambahkan, pihaknya sudah menerjunkan tim ke lokasi bencana, baik untuk melakukan pendataan, penanganan pasca bencana, hingga pendistribusian bantuan logistik. “Karena ada beberapa lokasi, kami bagi petugas dalam sejumlah tim supaya bisa langsung ditangani seluruhnya. Intansi terkait juga sudah dikomunikasikan supaya turut segera melakukan penanganan,” kata dia.

Di sisi lain, Camat Sukanagara, Dede Saputra, mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan pengecekan ke lokasi bencana. Warga yang terkena dampak bencana sudah diimbau untuk mengungsi sementara ke rumah saudara atau tetangganya yang lebih aman.

Selain itu, warga yang jug tinggal di dekat lokasi bencana terutama dekat sungai agar terus waspada atau bisa turut mengungsi sementara waktu. Pasalnya dikhawatirkan ada bencana susulan.

“Untuk banjir itu terjadi akibat sungai Cibala. Ini terjadi karena intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama, biasanya tidak sampai meluap. Untuk antisipasi kejadian bencana susulan, baik longsor ataupun banjir, warga sudah diimbau untuk terus waspada,” kata dia.

Warga yang rumahnya rusak berat akibat longsor, lanjut dia, bakal direlokasi ke titik lain untuk kemudian dibangunkan rumah. Rencananya yang akan digunakan ialah tanah desa dengan sumber dana pembangunan dari program rutilahu.

“Sekarang sedang proses musyawarah oleh pemerintah desa, rencananya akan dibuatkan rumah melalui program rutilahu,” pungkasnya.(bay/red/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.