Bangunan Eks Puskesmas Cijedil Terlantar, Banyak Aset Bangunan yang Raib

Kepala Puskesmas: Dimanfaatkan di Gedung yang Baru

0 48

CIANJUR – Bangunan eks Puskesmas Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur kondisinya sangat memprihatinkan. Baru beberapa bulan ditinggalkan, kondisi bangunan banyak yang rusak dan beberapa bagian hilang. Bahkan atap awning yang semula terpasang diruangan tunggu juga raib di bongkar orang yang tidak bertanggungjawab.

Berdasarkan pantauan Cianjur Ekspres, banguan eks Puskesmas yang berada persis disampung Polsek Cugenang tersebut sepintas memang tidak banyak berubah. Namun jika dilihat dari dekat kondisinya jauh berbeda saat masih di gunakan. Di pintu masuk, kondisi pintunya rusak dan kunci pintu sudah tidak ada ditempatnya. Beberapa jendela ruangan juga sudah tidak ada ditempatnya.

Saat masuk kedalam, akan terlihat beberapa bagian atap ruangan sudah ambrol. Tralis jendela yang semual terpasang, sudah tidak ada ditempatnya. Bahkan awning yang terpasang di ruanga tunggu sudah raib, sehingga jika terjadi hujan air akan tumpah dan masuk ruangan.

“Setelah kantornya pindah, bangunan bekas puskesmas ini seperti di telantarkan. Lampu saja pada mati semua, itu ada yang menyala setelah dari pihak kepolisian meminta untuk dinyalakan,” kata seorang warga yang sehari-hari berada di lingkungan eks Puskesmas Cijedil.

Menurut warga yang tidak mau disebut identitasnya itu, ia dan beberapa warga juga melihat kendaraan mengangkut beberapa barang dari eks Puskesmas Cijedil. “Memang banyak barang-barang yang diangkut dengan kendaraan oleh petugas puskesmas juga. Tapi tidak tahu di bawa kemana, apakah di bawa kerumah atau di manfaatkan lagi,” katanya.

Kondisi ini disayangkan, karena bangunan eks Puskesmas Cijedil tersebut merupakan asset negara. Sehingga pemanfaatanya sudah jelas aturan dan ketentuan. “Kalau ini aasset negara, apalagi membangunnya juga menelan biaya ratusan juta, tidak boleh seenaknya barang yang ada di bawa untuk kepentingan pribadi. Ada bagian asset yang memiliki kewenangan, seharusnya tidak perlu terjadi,” katanya.

Kepala Puskesmas Cijedil, Kecamatan Cugenang Dede Rahmat Slamet dihubungi terpisah berkilah jika bangunan eks Puskesmas Cijedil tersebut kondisinya memang sudah rapuh dan bocor bila terjadi hujan harus di pasang ember sehingga mengakibatkan ruangan lembab.

“Seiring dibangun di tempat baru, kami membutuhkan sejumlah alat yang memang telah terpasang di bangunan lama seperti cctv, kabel internet untuk laporan on line, jaringan computer. Jadi begitu kami pindah di tempat baru, semua jaringan yang ada kabel-kabel terkait itu semua di bawa ke bangunan baru. Termasuk besi-besi digunakan untuk tralis jendela dan pintu. Jadi kami mengambil barang yang sangat di butuhkan untuk di gedung baru,” kilah Dede.

Menurut Dede, mengingat gedug baru berada di tempat yang jauh dengan penduduk membutuhkan alat pengaman seperti tralis. Pihaknya juga memerlukan tersedianya warung untuk makan, petugas, pasen pengunjung. Semua itu perlu dana dan matrial.

“Maka apa yang dapat kami perbuat untuk kesejahteraan masayarakat baik petugas maupun pengunjung di coba untuk dibangun.
Jadi kami menggunakan sisa bangunan yang bisa di manfaatkan di gedung baru. Jadi pada dasarnya tidak ada bangunan yang diambil, selain dari puskesmas untuk puskesmas,” jelasnya (sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.