Inilah Pengakuan Sejumlah Saksi Terhadap Pembacokan yang Membuat Tangan Korban Buntung

0 299

CIANJUR – Kasus pembacokan kepada Ilham Aziz (17) diduga buntut dari keributan yang melibatkan korban dengan terduga pelaku, Minggu (2/3) dini hari. Bahkan diperkirakan, pelaku dan korban saling mengenal.

Dedi (50), salah seorang anggota K5 Pasar Muka, menjelaskan, pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.00 Wib, korban sempat terlibat cekcok dengan teman minum miras oplosannya, di dekat Pasar Muka.

Berdasarkan informasi, percekcokan tersebut berawal dari salah seorang temannya yang mencolek seorang perempuan yang juga menongkrong. Aziz pun menegur temannya untuk tidak sembarangan mencolek terhadap perempuan.

Ternyata, hal itu malah berujung perkelahian antara Aziz dengan temannya hingga orang tersebut dihajar sampai berdarah. “Saya tahunnya sudah ribut, salah satunya berdarah. Begitu dilerai juga masih saling bersitegang. Tapi kemudian didamaikan. Saya kira dari situ sudah selesai, tidak ada rentetan lainnya,” kata dia kepada wartawan saat ditemui di kantor K5 Pasar Muka.

Menurutnya, pada Senin (4/3) dini hari, dirinya mendapatkan informasi jika Aziz yang merupakan pegawai di salah satu rumah pemotongan hewan tersebut menjadi korban pembacokan hingga tangannya putus terkena sabetan senjata tajam dari para pelaku.

“Diduga ini rentetan dari kejadian malam minggu. Karena saat dipisahkan, yang ribut dengan korban itu berujar jika Aziz sudah hebat bisa membuat orang tersebut berdarah,” kata dia.

Dedi menambahkan, saat Minggu siang juga ada beberapa orang yang mengendarai sepeda motor hilir mudik di sekitaran Pasar Muka. “Jadi sepertinya sudah diincar, hingga malamnya kejadian pembacokan itu,” kata dia.

Di sisi lain, Obar Sugandi (65) petugas K5 Pasar Muka, menjelaskan, saat kejadian korban nongkrong sambil menenggak miras bersama temannya. Sekitar pukul 02.48 Wib, sekelompok orang dengan mengendarai sepeda motor mendatangi dan menyerang korban.

“Katanya juga ada yang mengendarai mobil, karena saat kejadian yang pakai sepeda motor langsung kabur, tapi ada juga yang lari ke mobil yang diparkir tidak jauh dari lokasi. Informasinya juga mereka anggota dari geng motor,” kata dia.

Menurutnya, begitu tangannya putus, korban langsung berlari ke dalam pasar untuk mencari pertolongan. “Dia jalan sampai ke samping pasar, ke dekat hutan kota. Sambil menahan sakit lantaran tangannya putus. Dari situ langsung dibawa ke rumah sakit untuk ditangani,” kata dia.

Bagian tangan yang putus, lanjut dia, ditemukan oleh temannya di pembatas jalan di lokasi pembacokan. Rekan keamanan yang menemukan pun segera membawanya dengan dimasukan pada kantong keresek putih. “Sempat dibawa ke kantor K5, kemudian diserahkan ke petugas medis di RSUD Cianjur,” kata dia. (bay/red/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.