Amplop Gaji Berisi Surat PHK

Karyawan RSUD Pagelaran Dipecat Secara Massal

0 245

CIANJUR – Lebih dari seratus orang tenaga honorer medis dan non-medis di RSUD Pagelaran diberhetikan secara sepihak oleh pihak direksi, belum lama ini. Dalihnya, ada rasionalisasi meskipun mereka telah mengabdi bertahun-tahun.

Mpuy (nama samaran), salah seorang pegawai yang diberhentikan, mengungkapkan, isu terkait adanya pemberhentian seratusan pewagai sudah sejak beberapa waktu lalu, bahkan sempat terbesar informasi jika surat pemberhentian bakal diserahkan oleh kepala daerah.

“Kabarnya mau Senin (18/2) surat tersebut dibagikan, tapi ternyata tidak. Baru Jumat (22/2) surat itu benar-benar dibagikan ke karyawan, berbarengan dengan pembagian uang gaji. Suratnya dimasukan ke satu amplop,” kata dia.

Menurutnya, ada dua surat yakni keputusan Direktur atas pemberhentian dan surat keterangan pengalaman kerja.

Namun dia mempertanyakan sistem pemberhentian pengawai dengan dalih rasionalisasi tersebut. Sebab diduga penilaiannya secara subjektif, sebab diserahkan pada setiap kepala ruangan, bukan melalui tes atau lainnya.

“Kalau secara fair melalui tes pastinya akan diterima, ini tanpa tes dan kami tidak tahu dari awal bagtaimana penilaiannya tiba-tiba menerima surat pemberhentian oleh pihak rumah sakit,” kata dia.

Dia mengaku, sempat menerima informasi jika ada empat macam penilaian, di antaranya lama bekerja, jenjang pendidikan dan lainnya. Tetapi dalam pelaksanananya, mereka yang baru masuk dan belum tercatat dalam DPA pun dipertahankan, sementara yang sudah lama mengabdi begitu saja diberhentikan.

“Jadi ada dugaan karena kedekatan dengan orang di managemen, orang-orang itu dipertahankan. Sementara yang sudah lama mengabdi begitu saja dapat surat. Tentu ini sangat mengecewakan dan jadi petanyaan juga, terkait sistemnya,” kata dia.

Asep Muchtar (27) salah satu Karyawan RSUD Pagelaran, mengaku karyawan yang paling lama jika dibandingkan karyawan lainya yang hanya baru 6 hingga 7 bulan bekerja di lingkungan RSUD Pagelaran.

“Saya ini karyawan yang paling lama, tapi saya sangat kecewa sama pihak RSUD Pagelaran ini. Karena tidak ada informasi jelas terkait status sebagai Karyawan, malah saya mendengar katanya kurang lebih dari 200 orang akan di PHK,” terang Asep saat dihubungi melalui telfon selulernya Sabtu (23/2).

Asep mengatakan, di akhir Desember 2018 kemarin rencananya semua karyawan akan diberikan Jaspel. “Hingga saat ini Jaspel itu belum juga keluar, dan untuk membuktikan itu silahkan tanya ke teman-teman senasib dengan saya,” katanya.

Selain itu, lanjut Asep, pada 22 Februari pihak RSUD Pagelaran mem-PHK karyawan secara besar-besaran. “Ini sangat jelas tidak adil yang dilakukan oleh manajemen RSUD Pagelaran. Masa iya, karyawan yang baru enam bulan bekerja tetap dipertahankan padahal hanya memiliki ijazah SMA,” ujarnya.

Asep menjelaskan, jika pihaknya sempat menanyakan akan kejelasan statusnya sebagai karyawan, yang terbilang sudah lama ke manajemen bahkan ke Direktur RSUD Pagelaran namun tidak bisa memberikan jawaban.

“Pada dasarnya, saya yang mewakili teman-teman senasib dengan saya jangan sampai terjadi PHK. Dan kalau ini tetap terjadi lalu bagaimana nasib kami,” terangnya.

Menurutnya, saat ini pelayanan di RSUD Pagelaran menjadi terganggu karena minimnya Karyawan. Bahakan bisa juga kewalahan karena kekurangan petugas pelayanan.”Pelayanan pun sudah pasti terganggu,” katanya.

Di sisi lain, Koordinator LSM Gerakan Masyarakat Bongkar Korupsi (Gembok) Cianjur, Dedy Toser, mengatkaan, rasionalisasi memang perlu untuk dilakukan jika jumlah pegawai melebihi kebutuhan. Namun sistem yang digunakan semestinya lebih terbuka, dan tidak subjektif.

“Harus objektif, lakukan tes supaya memang terlihat mana yang memang layak tetap bertahan atau tidak,bukan atas penilaian yang subjektif. Harus dilihat dari administrasinya, tes tertulis, hingga wawancara, bukan karena kedekatan,” kata dia.

Dedy mengatakan, pemberhentian yang terkesan subjektif dan semena-mena tersebut akan menjadi perkara baru untuk RSUD Pagelaran. “Perkara yang sebelumnya sedang dalam proses pemeriksaan kejaksaan, dan ini bakal jadi perkara baru yang menjerat RSUD Pagelaran,” kata dia.

Sampai saat ini pihak RSUD pagelaran masih belum memberikan keterangan, Direktur ataupun Humas dari rumah sakit tersebut pun belum bisa dihubungi, bahkan konfirmasi melalui pesan singkat pun belum ada jawaban.(bay/yis/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.