Warga Nyaris Mengamuk, Pelayanan Ambulance Puskesmas Cugenang Buruk

Saat Akan Membawa Warga yang Sakit, Hingga Akhirnya Meninggal Dunia

0 819

CIANJUR – Sejumlah warga sempat akan mengamuk di Puskesmas Cugenang, gara-gara layanan ambulance di Puskesmas tersebut yang tidak responsif. Untung aksi warga tersebut bisa dicegah, sehingga tidak sempat terjadi perusakan fasilitas Puskesmas.

Informasi yang berhasil dihimpun Cianjur Ekspres menyebutkan, aksi warga tersebut bermula saat Abdul Kadir (45) warga Kampung Mangunkerta RT 02/RW 03, Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, hendak meminjam ambulance untuk membawa anaknya Siti Napisah Amisah (14) yang sedang sakit ke rumah sakit. Namun dari petugas jaga dibilang kunci ambulance tidak ada.

“Sekitar pukul 04.00 Wib pagi, anak saya mengeluhkan sakit dibagian perut. Dan waktu itu saya ingin membawa anak saya ke RSUD Sayang Cianjur, namun waktu masih sangat pagi, saya pun bergegas ke Puskesmas niat mau pinjam mobil Ambulance. Tapi keterangan dari petugas jaga waktu itu menyebutkan bahwa semua kunci ambulance dibawa sopirnya ke Bandung,” kata Abdul Kadir,Senin (4/2)

Karena tak juga ada mobil ambulance, ia mendatangi dokter Puskesmas yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya untuk memeriksa kondisi almarhumah Siti Napisah Amisah. “Berdasarkan hasil pemeriksaan dari dokter Puskesmas, anak saya meninggal kurang lebih pukul 5.30 Wib. Sedangkan kalau saya perhatikan anak saya (alm Siti Napisah Asimah) dari pukul 06.00 Wib hingga pukul 08.00 Wib belum ada tanda – tanda meninggal (kaku),” katanya.

Tak ingin kehilangan anaknya, Abdul Kadir pun kembali ke Puskesmas untuk meminjam kembali mobil ambulance tersebut. Akan tetapi ia pun kembali mendapatkan jawaban yang sama, yakni petugas ngasih tahu bahwa kunci mobil ambulance itu dibawa sama sopirnya.

“Sebelumnya anak saya itu sudah diperiksa, tapi karena saya masih penasaran saya pun meminta ke dokter jaga sekitaran pukul 08.30 Wib. Dokter jaga itu menyebut anak saya meninggal sekitaran satu jam yang lalu, itu artinya anak saya meninggal sekitaran pukul 7.30 Wib bukan pukul 05.30 Wib,” ungkapnya.

Menurutnya, pihak keluarga bersama warga lainnya sempat kembali mendatangi Puskesmas tersebut, bahkan saking kecewa sebagian ada yang ingin mengungkapkan kekesalannya akan merusak fasilitas yang ada di Puskesmas

.

“Setelah ada reaksi dari warga, kunci mobil ambulance pun diserahkan, akan tetapi kondisi anak saya sudah meninggal, disini saya timbul kecurigaan kalau saja pihak Puskesmas tidak lamban memberikan bantuan ambulance mungkin anak sayamasih bisa tertolong,” ungkapnya.

Penyesalan pun datang dari ibu almarhumah, yakni Sintawati (32). Saat ditemui dikediamannya di Kampung Mangunkerta RT 02/RW 03 Desa Mangun Kerta, Kecamatan Cugenang menuturkan, awalnya hanya mengalami sakit demam biasa, bahkan sebelum meninggal Anisa sempat mengeluhkan nyeri dibagian perut.

“Saya sangat kehilangan sekali anak itu sangat periang, dan bahkan sebelum meninggal pun pernah berkata jika dia takut meninggal,” ungkap ibu Almarhum Siti Napisa Amisah, Sinta.

Sementara itu saat dikonfirmasi ke Puskesmas Cugenang dokter umum Yuli Yatin membenarkan ada warga meninggal bernama Siti Napisah Amisah yang mengalami sakit dibagian perut. Ia pun mengaku waktu itu hari Minggu (3/2) ada acara kegiatan Pramuka, dan untuk fasilitas ambulance yang dimiliki oleh Puskesmas Cugenang ada unit diantaranya ambulance tahun lama (Mobil Panther) dan ambulance (APV).

Yuli mengatakan, hari Minggu (3/2) ada warga yang datang ingin meminjam mobil ambulance untuk mengantar anaknya ke rumah sakit.

“Permasalahannya waktu itu kunci ambulance dipegang sama sopirnya (Hendi), sedangkan kunci ambulance yang lainnya saya kurang begitu paham disimpannya dimana?,” katanya.

Ia mengatakan, pada saat kejadian memang tidak ada jadwal pelayanankarena hari Minggu. Tapi tidak menutup kemungkinan karena pihaknya tak ingin ada warga yang membutuhkan pertolongan maka langsung mendatangi Puskesmas untuk mengonfirmasi kebenarannya.

“Yang saya tahu, waktu itu sopirnya sedang pergi ke luar kota. Dan mungkin saja kunci ambulance itu disimpan tapi kita tidak tahu dia (sopirnya) dan biasanya kunci selalu tergantung di Puskesmas,” tandasnya.(yis/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.