Dinsos Antisipasi Serangan Gepeng

0 99

 

CIANJUR, cianjurekspres.net – Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, memprediksi gelandangan dan pengemis (gepeng) akan menjamur selama Ramadan ini. Tidak hanya dari dalam kota, keberadaan gepeng dari luar kota juga akan turut menjamur di Kota Santri.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianur, Amad Mutawali, melalui Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Didin Amaludin, menjelaskan, perkiraan meningkatnya jumlah gelandangan dan pengemis, serta anak jalanan dilihat berdasarkan temuan serta penjaringan saat Ramadan tahun lalu.

Menurutnya, lebih dari 75 orang gepeng dan anjal terjaring dalam penertiban gabungan bersama Satpol PP. Bahkan, jumlahnya diperkirakan lebih banyak jika ditambah dengan gepeng yang diamankan diluar razia gabungan.

“Berkaca dari penjaringan tahun lalu, kemungkinan besar tahun ini juga sama atau bahkan lebih banyak lagi gepeng dan anjal yang berkeliaran. Meskipun diawal Ramadan ini belum terlihat, tapi biasanya baru menjamur di pertengahan atau akhir Ramadan,” kata dia kepada wartawan saat ditemui di kantornya, kemarin (23/5).

Menurutnya, momentum Ramadan memang kerap dimanfaatkan oleh mereka untuk mengemis atau meminta-minta sebagai profesi. Bahkan, Didin kerap menemukan adanya warga yang mampu namun berpura-pura menjadi pengemis untuk mendapatkan penghasilan.

“Mereka yang berpura-pura ini yang kami lebih tekankan dalam pembinaan akhlak, melalui tokoh ulama dan pejabat di tingkat desa. Sementara mereka yang benar-benar tidak mampu diarahkan untuk mendapat pelatihan di balai dan rumah singgah, serta ke depannya diupayakan mendapatkan bantuan untuk menjalankan keahlian selama pembinaan,” kata dia.

Jika kuota di balai atau panti rehab penuh, lanjut Didin, pihaknya bakal mengfungsikan rumah singgah di Jalan Slamet Riyadi. “Sekarang udah bisa dimanfaatkan, di sana bisa menampung lebih dari 20 gepeng, anjal atau anak terlantar. Sejumlah petugas juga sudah ditempatkan,” katanya.

Di sisi lain, Didin mengungkapkan, selain peningkatan jumlah gepeng yang ada, masuknya gepeng dari luar kota akan menambah permasalahan untuk dilakukan pembinaan. Belum lama ini misalnya, ditemukan ada gepeng dari Sukabumi yang beraktivitas di Cianjur.

“Makanya kami nanti akan upayakan membuat identitas bagi mereka yang di Cianjur, supaya bisa maksimal dibina dan mendapat bantuan untuk menekan jumlah gepeng. Sementara dari luar kota tentunya dikembalikan dan diberitahukan pada pejabat pemerintahan di sana,” ungkapnya. (bay/yhi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.