Ratusan Jembatan Gantung Rusak Parah

0 203

CIANJUR, cianjurekspres.net – Sekitar 200 lebih jembatan gantung di Kabupaten Cianjur dalam keadaan rusak parah. Sayangnya, Pemkab Cianjur melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) hanya bisa memperbaiki 14 jembatan saja akibat keterbatasan anggaran pada 2018 ini.

Kepala Seksi Perumahan DPKPP Kabupaten Cianjur, Yayan, mengatakan, jembatan gantung di wilayah pedesaan sangat dibutuhkan oleh warga untuk jalur perekonomian. Oleh karenanya, bupati telah mencenangkan program ‘Tuntas Jembatan’ hingga masa akhir jabatannya.

“Jembatan yang rusak sebenarnya sangat banyak, mungkin ada sekitar 200 lebih. Tapi data sementara setelah ke lapangan ada 160 jembatan rusak dan perlu diperbaiki atau dibangun,” kata dia kepada Cianjur Ekspres, belum lama ini.

Dia menjelaskan, dari 160 jembatan gantung yang rusak, 60 persen ada di wilayah Cianjur selatan (Cisel), dan 40 persen ada di wilayah utara. Terutama di Kecamatan Leles, Cidaun, dan Agrabinta.

“Kerusakan jembatan sendiri akibat faktor usia karena sudah sangat lama tidak diperbaiki, dan ada juga karena faktor alam. Namun semua sudah diprogramkan melalui pengusulan perbaikan,” jelas Yayan.

Lebih lanjut dia mengatakan, dana pembangunan jembatan gantung dan pelat menggunakan APBD. Dan tahun ini, pemkab hanya mampu membangun 14 jembatan saja karena keterbatasan anggaran.

“Kalau tahun 2017 kemarin, kami memperbaiki 23 jembatan. Tapi untuk total anggaran kami belum tahun pasti,” ungkapnya.

Selain itu, kata Yayan, Kementerian PUPR juga membantu melakukan perbaikan jembatan di tiga kecamatan. Di antaranya, jembatan gantung Mekarwangi Kecamatan Cidaun, jembatan Cimenteng Kecamatan Cikalongkulon, dan jembatan gantung Mekarjaya Kecamatan Naringgul.

“Mungkin kondisi jembatan gantung sudah sangat memprihatinkan, sehingga pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR turut membantu,” kata dia.

Di sisi lain, jelas Yayan, konsep perbaikan jembatan gantung akan menggunakan seling atau kawat baja sehingga dapat dilintasi sepeda motor. Namun, bobot maksimal hanya dua sepeda motor atau 6 orang.

“Dengan konsep tersebut, jembatan bisa bertahan lama hingga lima tahun lebih,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.