Mengerikan! Banjir Bandang Intai Ratusan Keluarga di Cibeber

0 140

CIANJUR, cianjurekspres.net – Sekitar 500 keluarga di Kampung Songgom Wetan RT 05/RW 01 dan Kampung Baru Desa Cikondang Kecamatan Cibeber terancam banjir bandang. Pasalnya, aliran Sungai Cikondang yang melintas di wilayah itu meluap serta mengikis bibir sungai sehingga permukaannya mulai mendekati pemukiman warga.

“Sebetulnya Sungai Cikondang sering meluap. Bahkan sudah menggerus lahan persawahan,” kata Saepuloh, 30, warga Kampung Baru, kepada wartawan, Selasa (22/5).

Setiap kali turun hujan deras, lanjut Saepuloh, warga kerap waswas lantaran khawatir air meluap ke permukiman mereka. Namun belum lama ini di sekitar bantaran Sungai Cikondang sudah dibangun brojong penahan air.

“Makanya sekarang sudah dibuat bronjong bantuan dari BBWS (Balai Besar Waduk Sungai) Citarum. Pelaksananya dari sana (BBWS Citarum). Kami di sini hanya penerima manfaat saja,” tambah dia.

Namun, lanjut dia, adanya bangunan beronjong tak lantas membuat warga aman dari ancaman luapan banjir aliran Sungai Cikondang. Pasalnya, tak menutup kemungkinan air bisa meluap melintas bronjong kalau intensitas curah hujan sangat tinggi.

“Panjang Sungai Cikondang yang melintasi wilayah kami sekitar 250 meter,” bebernya.

Kepala Desa Cikondang, Yana Mulyana, berharap agar bantuan untuk memilimalisir potensi terjadinya banjir luapan Sungai Cikondang bisa diantisipasi dari sekarang. Yana mengaku kalau hanya mengandalkan dana dari desa tentunya tidak akan cukup.

“Itu juga sudah ada bantuan pembangungan brojong dari BBWS Citarum. Tapi harus didukung juga dari pemerintah daerah karena abrasi terus melebar saat debit air sungai tinggi,” kata dia.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno, mengatakan Pemkab Cianjur masih memberlakukan status siaga darurat bencana longsor dan banjir hingga 31 Mei mendatang. Makadari itu, antisipasi potensi bencana banjir dan tanah longsor masih menjadi prioritas.

“Awalnya sesuai surat edaran status siaga darurat banjir dan longsor berakhir April. Tapi akhirnya ada perpanjangan dari BPBD Provinsi Jawa Barat, status siaga darurat banjir dan longsor berlangsung hingga akhir Mei,” jelasnya.(bay/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.