Menyedihkan, Begini Nasib Para Petani Sayuran Saat Ini

0 85

CIANJUR, cianjurekspres.net – Hari ke-5 Ramadan, harga sejumlah komoditi sayuran di wilayah Kecamatan Cipanas dan Pacet masih terbilang belum ada peningkatan secara signifikan.

Kepala Sub Terminal Agrobisnis Cigombong Kecamatan Pacet, Wawan Kuswa mengaku, jika permasalahan yang dialami oleh para petani di Kecamatan Cugenang, Pacet, dan Cipanas tidak bisa memberikan solusi yang pasti. Pasalnya, naik turunnya harga tergantung dari pasar tradisional.

“Saya inikan baru jadi Kepala STA di Cigombong ini, dan kalau untuk harga sayuran saya tidak bisa memberikannya. Bisa langsung datang ke kantor Dinas Pertanian,” kata Kuswa saat ditemui di Kantor STA Cigombong, Senin (21/5).

Menurutnya, sejak berdirinya STA Cigombong pada beberapa tahun kebelakang pihaknya tidak ikut campur untuk memantau harga di pasaran. Karena menurutnya, pemerintah hanya menyiapkan tempat dan fasilitas bagi para tengkulak sayuran di STA.

Saat ini saja ada 3 dari 5 kios sayuran yang sudah terisi, sedangkan yang 2 kiosnya masih kosong.
Menurutnya, saat ini STA menyewakan kios tersebut kepada penyewa sebesar Rp 400 ribu per bulan.

“Saat ini saja saya lagi fokus ingin membuat beberapa kios untuk dijadikan ajang promosi sayuran,” katanya.

Sementara itu, Okoy, 40, tengkulak sayuran asal Kampung Gunung Putri mengatakan, harga jenis sayuran mulai dari pakcoy hanya Rp 1.000 per kilogram, sosin Rp 1.000 per kilogram, kol Rp 4 ribu per kilogram, brokoli Rp 12 ribu per kilogram, wortel Rp 3.500 per kilogram dan daun bawang Rp 4 ribu per kilogram. Padahal, kata dia, harga-harga sayuran tersebut kalau sudah di pasar mencapai 70 persen lebih tinggi dari harga beli di petani.

“Sekarang kalau beli Wortel Rp 3 ribu per kilogram di petani, tapi kalau di pasar normalnya mencapai Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu per kilogram,” terang Okoy.

Dia menyebutkan, dari tahun ke tahun persoalan yang di alami oleh para petani pasti seperti itu. Dan seolah-olah tidak adanya tindakan nyata dari pemerintah terhadap para petani yang berpenghasilan pas-pasan.

“Sebetulnya kalau dinas terkait memberikan sosialisasi tentang bagaimana cara menanam dan sayuran apa kedepannya kalau harga jualnya tinggi. Jadi berikanlah kami solusi,” katanya.(mg2/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.