Hasil Kesepakatan, Damtruk Dilarang Angkut Pasir di Sukaluyu

0 31

CIANJUR – Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sukaluyu melakukan musyawarah dengan tokoh masyarakat selima Desa dan pengusaha Galian C di Aula BPP Pertanian Kecamatan Sukaluyu, Selasa (8/1).

Musyawarah tersebut di hadiri langsung, Camat Sukaluyu, Agus Supiandi, Kapolsek Sukaluyu, AKP Gito, Kaposmil, Tono Hartono, tokoh masyarakat lima Kepala Desa, dan pengusaha Galian C se-Kecamatan Sukaluyu.

“Ada beberapa kesepakatan yang diambil antara warga dan pengusaha galian,” ujar Camat Sukaluyu, Agus Supiandi usai pertemuan.

Agus menjelaskan, beberapa kesepakatan tersebut diantaranya masyarakat tidak melarang pengusaha untuk menggunakan mobil Engkel, namun tidak memperbolehkan menggunakan Armada Dumtruk, Jalan yang dilalui armada pengangkut pasir yang rusak segera di perbaiki oleh pihak pengusaha galian, pengusaha galian pasir tidak melayani Dumtruk dalam bentuk material apapun. Pengangkutan material tidak melebihi kapasitas 8 ton, dan Dumtruk dalam kondisi kosong bisa melintas di ruas/jalan sukaluyu dan di ketahui nama pengusahanya.

“Kesepakatan itu diambil masyarakat dari lima desa. Namun, sayangnya hanya baru tiga pengusaha galian yang hadir dan setuju,”kata dia.

Dia mengungkapkan, di Kecamatan Sukaluyu ada 11 galian C tetapi yang aktif hanya ada delapan galian C. Selain itu terbagi di tiga Desa empat di Desa Mekarjaya, dua di Desa Babakansari dan dua lagi di Desa Panyusuhan.

“Namun hal ini kami memanggil serta Kades dan tokoh masyarakat di Desa Babakansari, Desa Mekarjaya, Desa Panyusuhan, Desa Sukamulya, dan Desa Sukaluyu, yang terkena dampaknya dari aktivitas galian C,” kata dia.

Untuk mengantisipasi, lanjut Agus, adanya Dumtruk yang melintas di wilayah Kecamatan Sukaluyu, pihaknya membentuk satgas untuk memantau jalan. “Kami membentuk dan menerjunkan satgas Dumtruk bermuatan agar tidak melintas dijalan Sukaluyu. Namun, sebetulnya tidak hanya galian dari Sukaluyu saja yang melintasi, dari wilayah seperti Cilaku pun sering melintas di jalan Sukaluyu,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjungsari, Waldi Akbar Yacob, membenarkan, musyawarah ini tidak lain adanya keresahan dan ketidak nyamanan adanya aktivitas dumtruk galian C yang melintas dijalan wilayah Sukaluyu baik dijalan Desa maupun Kabupaten.

“Kami pemerintah desa mewakili masyarakat keberatan dengan sering melintasnya dumtruck. Karena kapasitas jalan hanya 8 ton sedangkan dumtruk yang bermuatan pasir melebihi 8 ton,”katanya.

Waldi mengungkapkan, kalau hal itu terus di biarkan jalan yang baru dan belum lama dibangun bisa cepat rusak kembali. “Kalau sudah rusak belum tahu kapan akan dibangun kembali. Selain itu, kami menunggu jalan pengen seperti ini gak ada lubang-lubangnya selama puluhan tahun,” ujar dia.

Menurutnya, salah satu diantara tuntutan warga terhadap pengusaha galian C yaitu agar tidak menjual pasir atau batu ke pengusaha atau pembeli yang menggunakan dumtruk. (bay/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.