Sudah Tujuh Saksi Dipanggil KPK

Mendalami Kasus Dugaan Korupsi Dana Pendidikan SMP oleh Bupati Cianjur

0 26

CIANJUR – Sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur dipanggil menjadi saksi dalam kasus dugaan suap dan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan SMP. Namun beberapa di antaranya dijadwalkan ulang lantaran tak memenuhi panggilan pertama.

Mereka yang dipanggil sebagai saksi, di antaranya Staf Sarana dan Prasaranan Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur Lutfi Hilari, Kasi Sarana dan Prasarana SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur Hendra Munadi serta dua PNS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur masing-masing Budiman dan Dani Nurjaman Al Habsi.

Selain itu, Sekretaris Disdukbud, Asep Saepurrohman dan Kasubag Keuangan Disdikbud, Ia Mugiana juga menjadi saksi. Bahkan, salah seorang Operastional Manager dan Asisten Direktur salah satu hotel di Cipanas, yaitu P juga turut dipanggil berbarengan dengan Asep dan Ia.

Namun, empat saksi pertama yang dijadwalkan diperiksa pada Kamis (3/1) tidak hadir. Keempatnya yakni Lutfi Hilari, Hendra, Budiman, dan Dani Nurjaman pun dijadwalkan untuk diperiksa sebagai saksi pada Selasa (8/1).

Sekretaris Disdikbud Kabupaten Cianjur, Asep Saepurrohman, membantah jika empat saksi tersebut mangkir dari panggilan. Menurutnya, mereka tidak hadir lantaran surat panggilan baru tiba pada Kamis sore. Sedangkan pemanggilan dijadwalkan pada hari itu juga.

“Kepada semua jajaran di Disdikbud saya sudah sampaikan untuk mengikuti prosedur, jadi tidak mungkin akan ada yang mangkir. Kemarin itu hanya masalah teknis, makanya sudah dijadwalkan lagi,” kata dia kepada Cianjur Ekspres, Minggu (6/1).

Sementara itu, terkait pemanggilannya bersama dua orang lainnya pada Jumat (4/1) lalu, Asep mengaku memenuhi panggilan dan diperiksa selama beberapa jam.”Sekitar lima jam saya diperiksa. Berbarengan dengan dua orang lainnya, namun di ruangan berbeda,” kata dia.

Asep mengaku hanya ditanya seputar prosedur dan tahapan DAK, mulai dari pengajuan proposal, perencanaan, hingga penyaluran. “Ditanya seputar hal teknis, tidak lebih. Saya jawab sesuai yang diketahui,” kata dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rencanya pekan ini bakal ada saksi lain yang dipanggil KPK terkait kasus DAK Pendidikan tersebut. Sejumlah nama pun muncul dalam pertanyaan yang dilontarkan oleh penyidik.

Seperti yang diketahi, KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar terkait dugaan pemerasan dan suap Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan SMP.

Irvan pun ditetapkan sebagai tersangka bersama tigs orang lainnya, yakni Cecep Sobandi (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan), Rosidin (Kepala Bidang SMP), dan Tubagus Cepy (Kakak Ipar Irvan).

Dalam OTT tersebut, KPK juga mengamankan uang Rp 1.556.700.000 dalam mata uang rupiah pecahan 100 ribu, 50 ribu, dan 20 ribu.

Nama-nama Saksi yang Dipanggil KPK

1. Lutfi Hilari
Staf Sarana dan Prasaranan Bidang SMP Disdikbud Kabupaten Cianjur

2. Hendra Munadi
Kasi Sarana dan Prasarana SD Disdikbud Kabupaten Cianjur

3. Budiman
Staf Disdikbud Kabupaten Cianjur

4. Dani Nurjaman Al Habsi
Staf Disdikbud Kabupaten Cianjur

(bay/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.