Di Cianjur Selatan, Pupuk Bersubsidi Langka

Bantuan Pemerintah Tidak Merata, Hanya Segelintir yang Mendapatkan

0 29

CIANJUR – Masyarakat di Cianjur selatan khususnya diwilayah Desa Wangunsari, Kecamatan Naringgul, mengeluhkan sulitnya untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Selama ini Cianjur Selatan dikenal sebagai daerah penghasil beras yang kualitasnya terbilang sangat bagus.

Tidak hanya itu, wilayah Cianjur selatan juga dikenalah dengan hasil sayur mayurnya yang bisa di andalkan. Namun sudah tiga bulan ini ternyata ketersediaan pupuk bersubsidi semakin minim. Akibatnya, para petani terancam rugi puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Kondisi tersebut terungkap melalui kader PSI Daniel Simon Tumewa saat melakukan kunjungan ke Cianjur selatan bertemu dengan sejumlah warga. “Baru-baru ini saya dapat informasi warga yang mengeluhkan sulit mencari pupuk bersubsidi, banyak yang menanyakan mengapa ini terjadi. Apakah dari pendistribusiannya yang kurang baik, atau pemerintah yang tidak memperhatikan. Banyak yang rugi besar karena masalah ini, ada yang puluhan hingga ratusann juta,” kata Daniel.

Menurut pakae ekonomi degital ini, kelangkaan pupuk bersubsidi bisa saja terjadi karena sejumlah faktor. “Pertama akibat kurangnya pemahaman dari masyarakat, sehingga sulit mengakses Kartu Tani, adanya permainan dalam pendistribusian pupuk, dan kurangnya perhatian dari pemerintah yang terkait,” ungkapnya.

Terkait dengan hal tersebut, Daniel kembali menyayangkan kurangnya komitmen para anggota dewan terhadap aspirasi dan kebutuhan warga masyarakat Cianjur, terutama kelompok taninya. Bukan hanya itu saja, pembagian bantuan dari Dinas Pertanian kurang tepat sasaran. Setiap tahunnya selalu pada target yang sama sehingga pemberian bantuan tidak merata.

“Pemerintah kan sebenarnya sudah menyediakan Kartu Tani yang bisa didapatkan di bank-bank pemerintah seperti BRI, Mandiri, juga BNI. Itu dimanfaatkan! Kartu Tani merupakan kartu identitas bagi petani, sekaligus berfungsi sebagai kartu debit dan ATM yang berisi database tiap petani. Data tersebut bersumber dari pemerintah daerah setempat, terdiri dari data pribadi petani, data lahan, dan data komoditasnya. Seharusnya, DPRD yang membidangi hal ini bisa melakukan pemantauan akan hal ini yang bekerja sama dengan bank dan Dinas Pertanian,” ungkapnya.

Sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi, salah seorang warga Desa Wangunsari, Kecamatan Naringgul berharap kepada pemerintah terkait, agar warga di Kecamatan Naringgul bisa lebih diperhatikan.

“Disini yang dapat bantuan dari dinas dan pemerintah pasti lingkungan yang sama, tidak pernah terbagi secara merata. Tolonglah pemerintah Cianjur lebih bisa turun ke masyarakat agar tidak salah memberi bantuan,” keluh Asep warga Cianjur Selatan. (job3/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.