Distribusi Bahan Pokok Terus Dipantau

0 40

CIANJUR, cianjurekspres.net – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Cianjur terus melakukan pengawasan terhadap ketersediaan bahan pokok, meliputi distribusi, dugaan penimbunan barang, dan permainan harga, di sejumlah pasar di Cianjur. Hal itu dilakukan dengan juga melibatkan sejumlah instansi di lingkungan Pemkab Cianjur.

“Ada beberapa hal yang menjadi fokus kami, yaitu pengawasan distribusi, penimbunan barang, dan permainan harga di lapangan. Tentunya kami minimalisir agar tidak terjadi di wilayah Cianjur,” ujar Ketua Tim Satgas Pangan Kabupaten Cianjur, AKP Benny Cahyadi, kepada wartawan, Minggu (20/5).

Menurut Benny, pihaknya telah membentuk tim yang setiap pekan melakukan pengecekan dan pendataan berbagai kebutuhan pokok yang ada di pasaran, baik pasar tradisional maupun pasar modern, guna memudahkan dalam proses pengawasan itu.

Dari hasil pantauan di lapangan, sambung Benny, untuk harga kebutuhan pokok di pasaran masih normal dan tidak ada indikasi terjadinya pelanggaran.

“Hingga saat ini masih berbagai kebutuhan pokok masih terpantau normal, tak ada indikasi pelanggaran. Sebab, kami bersama tim gabungan rutin melakukan sidak ke pasar, baik pasar tradisional maupun modern,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cianjur, Himam Haris, mengatakan, pemkab sepakat untuk sekedar mengimbau para peternak hingga pedagang untuk lebih menyesuaikan harga. mengingat harga jual minimal daging ayam yang dikendalikan pemerintah pusat. Para peternak sejauh ini, terpaku pada patokan harga yang ditetapkan oleh Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar).

“Selain patokan harga dari perhimpunan di pusat. Sejauh ini juga harga DOC yang mahal yakni Rp 7.000 per ekor juga masih terus mempengaruhi harga daging ayam,” kata Himam.

Himam mengaku, kondisi itu membuat pemerintah sulit untuk mengendalikan harga di pasaran. Ia mengatakan, daging ayam saat ini menembus harga Rp 40.000 per kilogram. Jumlah tersebut terbilang tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan, yaitu Rp 34.000 per kilogram. Maka dari itu, ia mengharapkan setidaknya pedagang bisa menekan harga hingga Rp 36.000 per kilogram untuk saat ini.

”Apalagi, permintaan daging ayam masih terus tinggi setidaknya selama sepekan pertama bulan Ramadan. Masih banyak yang cari, tapi jangan dibiarkan harga tinggi seperti ini,” ucapnya.

Padahal, di Cianjur setidaknya terdapat 29 peternak besar yang sekiranya dapat memasok kebutuhan di pasar. Hanya saja, para peternak besar itu lebih banyak memasok hasil ternak ke wilayah Jabotabek dibandingkan ke Cianjur sendiri.

Himam memperkirakan, hanya sekitar 10 persen hasil ternak dari mereka yang dipasok di dalam wilayah. Sejauh ini, peternak rakyat yang lebih banyak memasok di dalam wilayah. Sekitar 40 persen hasil ternak diandalkan untuk penjualan di pasar yang tersebar di Kabupaten Cianjur.

”Seharusnya peternak besar sadar, kalau mereka usaha di Cianjur ya sekiranya bisa memberikan fasilitas untuk masyarakat di dalam daerah dulu,” kata Himam.

Di sisi lain, Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, akan melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan jika harga daging ayam belum juga turun beberapa hari ke depan. Ia akan memeriksa di setiap tingkatan distribusi daging ayam.

”Mulai dari peternak, distributor, sampai ke pedagang pasar. Tapi, biasanya permasalahan itu ada di tingkat distributor. Nanti akan kami tindak tegas bersama Satgas Pangan,” ujar dia.(bay/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.