Mahasiswa Bantah Diperlakukan Kasar

Ada 440 Pelajar Asal Cianjur yang Kuliah Sambil Bekerja di Chien Hsin Universiti Taiwan

0 299

SEDIKITNYA 440 pelajar dari sejumlah sekolah di Cianjur mengikuti program kuliah ke Taiwan melalui program Baraya Eka Sastra untuk menjadi mahasiswa di Chein Hsin University Taiwan Science and Technology. Sebelum mengirim para pelajar, Baraya Eka Sastra sudah melakukan MoU (memorandum of understanding) dengan Chein Hsin University Taiwan.

Di universitas tersebut terdapat jurusan yakni Fakultas Agro Teknologi Pertanian, Material, Manajemen Bisnis Internasional, Tehnik Elektro, dan lain sebagainya.

Ketua Baraya Eka Sastra Cianjur, Firman Mulyadi mengatakan, pengiriman para pelajar untuk kuliah di Taiwan tersebut bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa dengan cara kuliah sambil kerja di luar negeri. Dengan begitu sedikitnya dan diharapkan bisa mengurangi beban orang tua dalam hal perekonomian.

“Sekarang ketika si anak bisa kuliah namun disisi lain juga bisa ngirim uang ke orang tuanya. Karena memang langsung dapat kerjaan disalah satu perusahaan besar yang ada di Taiwan,” katanya.

Berkaitan dengan pemberitaan yang beredar bahwa adanya dugaan eksploitasi skema Kuliah-Magang di Taiwan oleh Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Muhamad Iqbal kata Firman, hingga saat ini pihaknya masih tetap intens berkominikasi baik melaui chat whatsapp, dan video call sering dilakukan untuk mengetahui perkembangan anak didiknya yang magang menjadi mahasiswa di Universitas Chein Hsin University Taiwan Science and Technology.

“Bukan sama saya saja, akan tetapi sama orang tua mereka (siswa magang) masing-masing sering berkomunikasi,” ujar Firman.

Firman mengatakan, saat ini merupakan tahun politik dan tak sedikit juga isu-isu hoaks terus beredar. Namun pihaknya juga tidak menyangkal apabila informasi tersebut benar adanya kejadian perlakuan kasar yang dilakukan terhadap warga negara indonesia (WNI) dan diberi makan daging B2 pemerintah harus segera menindak tegas.

“Saya harap anak pelajar yang kita berangkatkan melalui Baraya Eka Sastra ini tidak mengalami seperti isu yang beredar, karena hingga saat ini komunikasi masih inten,” katanya.

Firman mengatakan, para pelajar tersebut saat ini tengah mengikuti ujian akhir semester. “Hari ini Kamis (3/1) saya dapat info mereka para pelajar di Taiwan lagi pada UAS kok, jadi saya pikir tidak ada permasalahan,” katanya.

Sementara itu pelajar yang magang di Universitas Chein Hsin University Taiwan Science and Technology, Dandi Septian (20) yang sebelumnya sekolah di SMK Plus Insan Mandiri dan berangkat melalui Mitra Pasundan mengaku senang bisa kuliah sambil bekerja di Taiwan.

“Iya lumayan enak pak, karena fasilitas lumayan memadai, apa lagi tinggal di asrama dan kebanyakan orang Cianjur semua,” kata Dandi Septian saat di hubungi melalui Chat WhatsApp, Kamis (3/1)

Dandi mengatakan, fasilitas makan yang disiapkan pihak asrama disesuaikan dengan keinginan dan agamanya. “Kalau urusan makan kita lebih sering makan daging ayam, dan kalau daging paling sama ikan ditambah sayuran sambel kangkung juga ada,” ujar Dandi seraya menambahkan selama berada di Taiwan ia belum merasakan yang namanya perlakuan kasar.

“Malah saya di sini sangat beruntung karena banyak yang sayang sama kami semua. Bahkan ibu asrama nya juga baik dan sayang pada kami semua. Kalau ada yang bilang di perlakukan kasar itu mah hoax ajah, gak bener. Saya rasa tergantung kita bagaimana sikap orang kita ke orang lain. Saya harapkan agar jangan mendengarkan berita dari orang yang belum tentu tahu keadaan disini (Taiwan) di Universitas Chein Hsin University Taiwan Science and Technology,” lanjutnya.

Senada dikatakan Nuri Astuti (18) pelajar asal SMKN 1 Pacet mengaku senang dan bisa kuliah dengan biaya sendiri, dengan begitu tanpa ngebebanin orang tua. “Jujur, saya sangat senang sekali bisa kuliah dengan biaya sendiri, secara tidak langsung kita tak lagi harus membebani orang tua,” tandasnya.(adv/yis/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.