Vila Sepi, KRC Dibanjiri Pengunjung

0 69

CIANJUR – Pemilik dan pengelola vila di kawasan Puncak-Cipanas mengeluh karena sepinya pengunjung pada libur panjang akhir tahun, sehingga mereka tidak mendapat penghasilan.

“Libur panjang akhir tahun kali ini paling parah dibandingkan tahun sebelumnya. Sesepinya pengunjung masih ada empat sampai lima vila terisi. Namun tahun ini, tidak satupun vila yang terisi,” kata Ujang Dedi pengelola belasan vila di Desa Sukatani, Kecamatan Pacetn pada wartawan, Senin (1/1).

Dia menjelaskan tahun sebelumnya satu bulan menjelang akhir tahun dari 13 Vila yang dikelolanya 7 diantaranya sudah terpesan dan akan terisi penuh dua hari menjelang pergantian tahun. Namun tahun ini, dia terpaksa menutupi operasional dari kantong sendiri karena sepinya pemesan.

Dia dan pengelola vila lainnya, menduga sepinya angka kunjungan ke kawasan tersebut disebabkan sejumlah faktor seperti belum tuntasnya perbaikan jalan yang amblas di kawasan Puncak, ditambah ditutupnya jalur menuju Puncak-Cianjur dari kedua arah Bogor dan Cianjur serta merebaknya isu gempa dan bencana alam lainnya di kawasan tersebut.

“Beberapa pekan sebelumnya kalau untuk beberapa pesanan sudah masuk, namun mereka membatalkan karena isu bencana alam mengancam kawasan Puncak. Harapan kami kedepan tidak ada lagi isu dan angka kunjungan tetap meningkat,” katanya.

Hal yang sama diakui pengelola hotel berbagai kelas di kawasan tersebut, target kamar yang mereka miliki terisi penuh, hanya mencapai 80 persen yang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan tahun lalu, sebagian besar hotel berbintang dan kelas melati terpaksa menolak tamu yang datang.

“Tahun ini angka hunian menurun drastis. Dari seratusan kamar yang tersedia, hanya 70 persen yang terisi, sebagian besar pemesan merupakan langanan lama dari Jabodetabek. Berbagai faktor penyebab salah satunya perbaikan jalur utama yang belum tuntas,” kata Iman staf hotel berbintang di Jalan Raya Cipanas-Puncak.

Sama halnya dengan pengelola Villa, pedagang terompet di beberapa Jalan Protokol Kabupaten Cianjur mengalami kerugian saat momentum pergantian tahun 2019.

Ayi (50) seorang penjual terompet mengatakan, sepinya pembeli merupakan imbas munculnya isu mengenai terompet buatan rumahan terdapat kuman yang beberapa hari lalu. “Tahun sekarang sepi, sama seperti tahun 2017 sepi juga, dari tadi pagi hanya bisa menjual lima buah terompet,” kata dia.

Dia mengatakan, harga terompet tidak terjadi kenaikan harga, sama seperti beberapa tahun lalu. “Ada dua jenis terompet yang saya jual, dengan harga yang sama. Kemungkinan tidak akan banyak laku, kerugian bisa sampai satu juta,” kata dia.

Di samping itu, libur akhir tahun 2018, sejumlah tempat wisata di Cipanas ramai dikunjungi pengunjung dari berbagai wilayah.

Seperti Taman Nasional Cibodas, baik itu Kebun Raya Cibodas (KRC), Pendaki ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), dan Curug Cibeureum yang berlokasi di kawasan hutan nasional ramai dikunjungi pengunjung liburan akhir tahun.

Humas Kebun Raya Cibodas (KRC), Yeti Lestriani mengatakan, jelang akhir tahun 2018 taman Kebun Raya Cibodas mulai ramai dikunjungi dan didominasi wisatawan dari lokal. Menurutnya mayoritas yang berlibur di KRC ingin menikmati suasana sejuk dengan view pegunungan dan pepohonan. Sedangkan untuk wisatawan asing masih didominasi wisatawan Timur Tengah.

“Kalau untuk wisatawan asing, dominan dari Arab, dan biasanya untuk mengunjungi air terjun, spot-spot selfi,” kata Yeti saat ditemui di Kawasan Kebub Raya Cibodas.

Yeti mengatakan, bagi tamu atau pengunjung yang tidak membawa kendaraan pribadi bisa menggunkan kendaraan yang telah disiapkan oleh KRC, yakni namanya kendaraan wara-wiri.

“Dengan biaya tambahan Rp 10 ribu per orangnya, maka si pengunjung yang tidak membawa kendaraan pribadi bisa menggunakan kendaraan wara-wiri,” katanya.

Menurutnya, lonjakan pengunjung dipastikan pada saat libur sekolah dan puncaknya libur jelang akhir tahun. Yeti mengatakan, untuk hari libur KRC memberikan batasan waktu semisal hari Minggu, kendaraan dibatasi hingga pukul 12.00 Wib.
“Kalau di tanggal merah, untuk pengunjung kita batasi gingga pukul 12.00 Wib saja. Beda halnya kalau hari-hari biasa meskipun hari libur,” ujarnya.

“Untuk di hari Selasa 1 Januari 2019 KRC masih tetap buka namun dengan batas waktu hingga pukul 12.00 Wib, dan sebelumnya kita juga memberikan pengumuman melalui webset www.krcibodas.lipi.go.id dan juga Medsos yang dimiliki KRC,” katanya.

Menurutnya, tidak ada imbas yang signifikan pasca terjadinya bencana di beberapa wilayah. Namun hingga saat ini pengunjung ke KRC terbilang masih normal dan memenuhi capaian target.

“Tidak ada imbas yang signifikan terkait adanya bencana di beberapa wilayah diluar Cianjur, karena menurutnya hingga saat ini untuk pengunjung ke Kebun Raya Cibodas masih tetap normal bahkan target pun hingga saat ini tetap tercapai,” katanya.

Koordinator Tiketing Kebun Raya Cibodas (KRC), Dwi, mengatakan, jika kendaraan yang masuk di akhir tahun khususnya untuk bulan Desember jumlah orang ada 6.9655, mobil 9.335 motor 3.108. Sedangkan untuk hitungan per harinya kendaraan roda empat rata-rata 150 hingga 250 kendaraan yang masuk ke KRC, dan apabila masuk week end menurutnya kurang lebih ada 350 lebih kendaraan yang masuk.

“Kalau dilihat dari jumlah bus rombongan ada yang masuk namun tidak banyak, dan malah yang dominan kendaraan roda empat,” ujarnya.(bay/yis)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.