Berkah Kampung ‘Caruluk’

0 118

CIANJUR, cianjurekspres.net – Setiap memasuki Ramadan, salah satu kampung di Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, Cianjur, selalu mendapat berkah yang melimpah dari buah yang berasal dari pohon aren. Dimana dalam setiap Ramadan penganan yang berasal dari pohon aren ini selalu diburu warga sebagai bahan makanan untuk berbuka puasa.

Caruluk, begitulah warga Cianjur menyebut bahan makanan yang biasa disebut dengan kolang kaling. Bahan makanan yang terbuat dari buah aren ini kerap dijadikan manisan ataupun olahan lainnya seperti kolak sebagai menu pelengkap saat berbuka puasa.

Dalam setiap tahunnya saat memasuki Ramadan, Kampung Kedung Hilir atau lebih dikenal dengan sebutan kampung caruluk, terus dibanjiri pesanan buah kolang kaling yang berasal dari dalam maupun luar daerah.

Kolang kaling menjadi bahan makanan yang banyak diburu warga untuk kebutuhan berbuka puasa. Untuk itu bulan ini menjadi berkah tersendiri bagi para pengrajin kolang kaling musiman, yang hanya memproduksi saat bulan puasa.

Untuk pembuatannya, para pengrajin membuatnya dengan cara dan alat yang cukup sederhana. Buah aren yang sudah dipetik dari pohonnya ini dikumpulkan untuk direbus terlebih dahulu hingga buah aren ini dirasa matang. Saat proses pengupasan pengrajin mulai memilih dan memisahkan buah aren yang sudah menjadi kolang kaling untuk menghasilkan kualitas yang baik.

Untuk memenuhi pesanan kolang kaling tersebut, biasanya para pengrajin melibatkan anggota keluarganya atau warga lainnya dalam memproduksi bahan makanan yang terbuat dari buah aren tersebut.

Tak hanya itu saja, bahkan tak sedikit anak-anak sekolah yang masih duduk di bangku SD turut serta membantu para orang tuanya dalam pembuatan kolang kaling tersebut. Kebiasaan ini biasa mereka lakukan menjelang berbuka puasa.

Kolang kaling kerap dijadikan bahan makanan dalam pembuatan kolak, manisan ataupun es campur saat berbuka puasa. Asep Jaenudin, 40, salah satu pengrajin kolang kaling mengatakan, jika dalam seminggu dirinya bisa memproduksi dua hingga tiga kuintal kolang kaling. “Kalau lagi ramai bisa mencapai 1 ton terjual, dan itupun kalau stoknya bahannya banyak,” kata Asep.

Ia mengatakan, harga kulang kaling per kg nya saat ini mencapai Rp 10 ribu dan tergantung kualitas buah aren itu sendiri.

Hal serupa juga dikatakan Lilis, 35, setiap memasuki Ramadan, di kampungnya sudah menjadi tradisi untuk memproduksi kolang kaling. “Dengan upah numbuk Rp 12 ribu per embernya warga sekitaran sangat antusias, kadang dalam satu hari ada yang nyampe 5 hingga 8 ember,” ungkapnya. (mg2/yhi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.