Aa Jimmy dan Istri Dimakamkan Berdampingan

0 27

CIANJUR – Duka mendalam dari keluarga dan sahabat menyelimuti proses pemakaman Heriyanto atau yang akrab disapa Aa Jimmy. Bahkan beberapa sahabat dekat, tak kuat menahan tangis ketika korban tsunami tersebut dimakamkan.

Jasad almarhum tiba dirumah duka di RT 03/RW 02 Gang Rambutan, Kelurahan Solokpandan, Kecamatan/Kabupaten Cianjur Senin (24/12) dini hari, sekitar pukul 02.30 Wib. Kemudian dimakamkan sekitar pukul 08.00 Wib.

Pemakaman dihadiri sejumlah teman-teman artis almarhum, Nining Yuningsih pemeran Ceu Edoh dan Epy Kusnandar “Kang Mus” dalam sinetron Preman Pensiun. Selain itu terlihat juga Farhan Zainal Mutaqin alias Faang vokalis band Wali.

Sejumlah pejabat daerah dan unsur Muspida pun tampak hadir di pemakaman komedian sekaligus musisi tersebut.

“Tadi ibu Kapolres AKBP Soliyah juga ikut menghadiri pemakaman, keluarga almarhumah istri dan Aa Jimmy ikut mengantar ke pemakaman. Terlihat juga anak bungsu korban yang selamat dari tsunami Radissa Yumna Alzahra yang masih berusia 3 bulan,” kata Aiptu Renny Prihatiny, Bhabinkantibmas Kelurahan Solok Pandan.

Asep Herly Hidayat, paman dari Hetti Nur Ilah istri Aa Jimmy sekaligus Ketua RT 03, menyebut Aa Jimmy awalnya akan dimakamkan berbarengan dengan jasad istrinya Hatti Nur Ilah, namun atas kesepakatan keluarga Aa Jimmy dimakamkan lebih dulu.

“Sekitar pukul 08.00 Wib, akhirnya jasad Aa Jimmy dimakamkan lebih dulu di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sirnalaya 1 Kelurahan Sawahgede. Saat ini keluarga menunggu jasad istrinya,” kata dia.

Sementara itu, Istri Aa Jimmy dimakamkan pada Senin siang. Jenazah pun tiba di rumah duka sekitar pukul 11.20 Wib dan langsung dibawa ke masjid di dekat rumah untuk disalatkan. Keduanya dimakamkan berdampingan di pemakaman umum Sirnalaya Cianjur.

Di sisi lain, Farhan Zainal Muttaqin atau dikenal Faank yang merupakan vokalis Band Wali mengaku sempat tak percaya jika sahabatnya Heriyanto (Aa Jimmy, red) menjadi korban meninggal dalam kejadian tsunami di Banten.

Faank mengaku beberapa hari sebelum kejadian masih sempat bertemu dan mengobrol dengan Aa Jimmy terkait Band Jigo, grup Band yang dibentuk tiga tahun lalu bersama Ade Teamlo.

Grup Band yang sudah berjalan tiga tahun off air itu rencananya akan meluncurkan album. Namun karena, Faank dan Aa Jimmy masing-masing memiliki agenda sehingga merilis single albumnya baru akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Selesai manggung saya dapat kabar kalau di Tanjung Lesung tempat Aa Jimmy ada kegiatan itu terjadi tsunami. Awalnya saya tidak percaya, karena dikira bercanda kan memang sama-sama tukang bercanda. Ternyata dapat kabar kedua kalau ada kejadian tersebut, begitu lihat berita di televisi memang ada bencana tsunami di lokasi itu,” ujar dia kepada wartawan saat ditemui di rumah duka.

Dia pun menghubungi Avoy yang kebetulan tidak ikut manggung untuk segera ke lokasi dan mencari keberadaan Aa Jimmy. Namun, kabar terakhir didapat jika sahabatnya tersebut menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kejadian tsunami itu.

“Ketika sudah ada kabar meninggal pun saya masih belum percaya, tapi kemudian dapat fotonya jika Aa memang jadi korban meninggal. Saya tak berhenti berdoa semoga AA ditempatkan di tempat yang terbaik,” kata dia.

Faank mengenal Aa sebagai sosok yang luar biasa, ayah yang luar biasa bagi istri dan anak-anaknya. Bahkan Aa juga disebut sebagai pribadi yang tak pernah mengeluh dalam bekerja.

Bahkan Aa juga sering berkontribusi dan memberikan masukan positif dalam pembuatan video clip Wali Band.

“Yang saya salut pun ketika dibutuhkan untuk instrumen gendang, dia bela-belain pergi dari Cianjur ke studio kemudian kembali ke Cianjur dan tanpa mengeluh sedikit pun. Dia juga pribadi yang hebat untuk keluarga, selalu sabar dan cinta dengan keluarganya. Saya sangat kehilangan sosok Aa Jimmy, semoga dia dapat tempat yang terbaik,” tutupnya.

Insiden
Sementara itu, saat menjemput jenazah Hati Nurilah istri dari almarhum Aa Jimmy, sempat terjadi insiden dalam perjalanan. Mobil ambulance Sedekah Rombongan sempat bersenggolan dengan minibus yang ada didepannya hingga mengakibatkan kaca spion rusak.

Yadi Syarif Sopir Relawan Sedekah Rombongan (SR) mengatakan, sesampainya di pintu keluar tol Ciawi insiden tersebut terjadi. Kaca spion ambulance sebelah kirinya nyenggol kendaraan didepannya.

“Pas keluar di pintu tol Ciawi, ada mobil Fortuner yang tidak mau memberikan jalan untuk lewat, jadi kaca spion ambulance patah. Tapi kita tetap melanjutkan perjalanan agar jenazah istri dari Aa Jimmy (Hati Nurilah) cepat sampai di rumah duka,” pungkasnya.

Relawan Sedekah Rombongan Alwi Ishmat mengatakan, Ambulance Sedekah Rombongan (SR) merupakan operasional bagi masyarakt umum yang membutuhkan bantuan. “Ambulance ini memang disiapkan bagi masyarakat umum, dan bukan hanya untuk kalangan tertentu,” ungkap Alwi, kepada Cianjur Ekspres.

Alwi mengatakan, adapun kaitannya dengan Ambulance yang digunakan membawa jenazah Hati Nurilah, menurutnya, sopir Relawan SR memang tinggal yang tak jauh dari rumah korban, dan ketika ada informasi bahwa ada tetangganya membutuhkan bantuan Ambulance sang sopir pun langsung berangkat ketujuan.

“Rumah sopir Relawan SR itu kan dekat dengan rumah keluarga korban, jadi secara otomatis berangkat menuju Banten,” katanya.

Menurutnya, keluarga korban sudah berangkat duluan ke Banten dan menunggu di RSUD Drajat Prawiranegara. “Dari Cianjur kita berangkat pukul 21.30 malam langsung menuju ke RSUD Drajat Prawira Negara dan tiba dilokasi sekitar pukul 24.00 Wib,” ujarnya.

Alwi mengatakan, setibanya di lokasi RSUD Drajat Prawiranegara, pihaknya langsung menuju ke RSUD Pandeglang untuk menjemput jenazah selanjutnya dilakukan identifikasi. Setelah diketahui korban merupakan istri komedian yanmemandikan karena kondisi jenazah masih kotor.

“Setelah menjemput jenazah di RSUD Pandeglang, kita langsung balik lagi ke RSUD Drajat Prawiranegara menunggu proses identifikasi dan menunggu giliran memandikan jenazah. Selanjutnya sekitaran pukul 2.00 Wib dan baru dimulai dan selesai pukul 8.00 Wib baru bisa berangkat ke Cianjur dan tiba di rumah duka pukul 11.35 Wib,” katanya.

Alwi mengatakan, saat di Banten atau di RSUD di Drajat Prawiranegara tim SR masih belum mendapatkan informasi bahwa kedua anak AA Jimmy dan Hati Nurilah, (Radea Putri Anindita (8), Raisya Naiaya Rafani Aradhita (3,5).

“Hingga saya pulang membawa Jenazah Hati Nurilah kami belum ada kabar kalau kedua anaknya sudah ditemukan atau belum,” katanya. (bay/yis/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.