Akan Hidupkan Olahraga Tradisional

Cianjur Termasuk Terlambat Mengembangkan Olahraga Tradisional

0 71

CIANJUR – Meski agak terlambat, Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Cianjur akan segera mengembangkan permainan olahraga tradisional. Sejumlah permainan tradisonal yang selama ini sudaj banyak dikenal akan lebih di berdayakan.

Kepala Seksi (Kasi) Olahraga Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Denden Yandi mengatakan, di tahun 2018 ini Cianjur mempunyai program yang berkaitan dengan olahraga tradisional. Dalam peraturan dasarnya itu harus ada peraturan daerah tentang bidang olahraga, dan ada tiga cabang olahraga diantaranya olahraga prestasi, olahraga disabilitas, dan olahraga tradisional.

“Nah sekarang di Jabar sudah di kembangkan olahraga tradisional, dan kebetulan Cianjur memang sedikit agak terlambat sosialisasi karena memang sekarang sudah dipertandingkan di tingkat nasional untuk olahraganya,” kata Denden kepada Cianjur Ekspres, Selasa (18/12).

Denden melanjutkan, ada cabang olahraga permainan tradisional yang semua masyarakat di pedesaan sudah pada mengenal permainan tersebut yang diantaranya permainan engrak, permainan terumpah panjang, sumpitan, dan permainan dogongan. Permainan tradisional tersebut telah resmi di Jabar.

“Alhamdulilah sekarang kami sosialisasikan diantaranya kami mengundang dari kordik olahraga kecamatan, guru-guru olahraga dari SD, SMP dan SMA dan komunitas olahraga tradisional di Cianjur. Termasuk di sini kami punya tiga orang penggerak, yakni sarjana penggerak pendamping pembangunan olahraga (SP3OR) yang dibiayai provinsi, cuman mereka bekerja di Cianjur, sehingga kami mengundang itu untuk di tahun 2019 kita buming dengan olahraga tradisional,” katanya.

“Kita akan mulai memonitoring kecamatan-kecamatan mana yang sudah pernah mengikuti sampai ke tingkat nasional, tinggal sekang mereka menyampakan ke sekolah-sekolahnya. Kedepannya setiap ada tempat rekreasi seperti Gunung Padang, Cikundul dan Cibodas, nanti kami akan siapkan alat-alat olahraga trasisional untuk permainan anak-anak,” ungkapnya.

“Karena contohnya kemarin saya mengevalusasi pada saat datang orang Jakarta ke Gunung Padang, sedangkan yang penasaran datang ke Gunung Padang itu hanya orangtuanya saja, mereka membawa anak-anaknya, oh ini Gunung Padang. Anak-anaknya bingung mereka diam di mobil, ngapain kan,” lanjutnya.

Setelah ada permainan tradisional nantinya disetiap tempat wisata akan disediakan alat-alat olahraga dan nanti bakalan ada gurunya untuk menjadikan sebuah daya tarik wisatawan. Dan setelah nanti berkembang diharapkan bisa menjadi PAD untuk Kabupaten Cianjur.

“Dengan kegiatan olahraga tradisional ini kita kembali ke budaya kita, budaya orang Sunda itu seperti apa permainannya, dan tidak terpengaruh dengan olahraga yang di luar. Yang penting kasarnya olahraga itu ngesang (berkeringat), jadi dengan program ini mudah-mudahan di 2019 nanti kegiatan olahraga tradisional menjadi buming,” paparnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur (Sekda) Aban Subandi menambahkan, demi untuk mengembangkan olahraga tradisional, diharapkan bahwa kegiatan-kegiatan olahraga tradisional yang selama ini sudah dikatakan berkurang akibat pengaruh arus globalisasi, diharapkan olahraga yang berasal dari nenek moyang bisa dibangkitkan kembali.

“Saya sudah ngomong dengan kordik olahraga tingkat kecamatan, bahwa di kegiatan Popsi nanti harus ada olahraga tradisionalnya agar dihidupkan kembali untuk menggali olahraga yang sifatnya budaya di kita, agar tidak hilang akibat pengaruh global. Untuk masyarakat Cianjur diharapkan supaya tidak hilang olahraga yang sipatnya trasdisional itu, supaya bisa dibiasakan kembali, karena murah meriah juga dapat menyehatkan,” tambahnya. (job3/sri)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.