Ratusan Warga Cianjur Mengaku LGBT

Ada di Antaranya yang Terjangkit HIV/AIDS

0 100

CIANJUR – Jumlah pasangan laki suka laki (LSL) atau yang sering disebut LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender) di Kabupaten Cianjur terus bertambah. Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) hingga akhir tahun ini sudah mencapai 843 orang.

“Jumlahnya memang cukup banyak, saat ini yang ke data dan telah mengakui kalau dirinya LGBT atau LSL mencapai 843 orang. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Cianjur,” kata Sekretaris KPA Kabupaten Cianjur, H. Hilman saat dihubungi Cianjur Ekspres.

Menurut Hilman, dari jumlah tersebut, kebanyakan berasal dari wilayah Cianjur kota. Sisanya berasal dari beberapa wilayah kecamatan. “Penyebarannya sudah merata, hampir disetiap wilayah kecamatan ada, seperti Pacet, Cipanas dan Sukaresmi,” jelasnya.

Para LSL itu ada diantaranya yang telah berkeluarga, tapi memiliki pribadi ganda. Bahkan ada yang telah memiliki anak. “Ini kan kelainan, ada yang berkeluarga, tapi diluar dia memiliki pasangan sesama jenis,” paparnya.

Dilihat dari jumlah yang ada, rata-rata para LSL itu berusia antara 17-40 tahun. Ada diantaranya mereka usia pelajar. “Penyebab mereka memiliki prilaku ganda tidak terlepas dari pergaulan dan lingkungan,” jelas Hilman.

Ia mengakui, selama ini pihaknya terus melakukan sosialisasi tentang bahayanya LSL atau LGBT. Untuk sosialisasi tersebut tidak jarang membawa serta salah satunya untuk testimoni. “Kita bawa sosialisasi, agar masyarakat bisa lebih percaya, kalau itu kelainan dan bisa berubah,” katanya.

Saat ini lanjut Hilman, sudah ada lima LSL atau LGBT yang masih dalam proses perubahan. Mereka masih dalam pembinaan khusus. “Ada lima orang yang masuk dalam tahap perubahan, mereka minta di adakan pengajian khusu bagi LGBT,” tandasnya.

Pihaknya berharap, KPA bisa berbuat banyak dalam menangkal LGBT ini sehingga bisa kembali ke kehidupan normal. “Peran masyarakat juga sangat dibutuhkan, ini kelainan dan bisa di sembuhkan,” jelasnya.

Hilman juga mengakui, jika para LGBT itu ada yang positif menderita HIV/AIDS. “Ada yang terjangkit, jumlahnya sekitar 10 persen dari yang ada,” tandasnya. (sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.