Fee DAK, Siswa Jadi Korban

Mantan Pejabat Beberkan Potongan Jatah Proyek Pembangunan Pendidikan

0 49

CIANJUR – Aliran dana kasus suap dan pemerasan terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan diduga kuat tidak bermuara di Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar. Bahkan aliran dana tersebut diperkirakan masuk ke sejumlah nama dan akan digunakan untuk agenda politik dalam pemenangan pemilu 2019.

Presidium LSM Aliansi Masyarakat Untuk Penegakkan Hukum (Ampuh), Yana Nurjaman, mengungkapkan, praktek mahar untuk alokasi pembangunan ruang kelas memang terjadi hampir di setiap tahun anggaran. Bahkan tidak sedikit kepala sekolah yang dengan sukarela memberikan bagian dengan harapan akan mendapatkan lagi alokasi di tahun selanjutnya.

“Jadi bukan hanya pemaksaan dan pemerasan, tapi sudah menjadi kebiasaan. Yang sukarela juga ada, dan itu sudah masuk dalam kategori gratifikasi atau suap,” ujar dia kepada Cianjur Ekspres, Kamis (13/12).

Khusus menjelang momentum politik, lanjut dia, para penyelenggara pendidikan tidak hanya diharuskan memberi mahar untuk alokasi pembangunan tapi juga disertai dengan pungutan lainnya.

Dia menyebutkan, dana yang terkumpul tersebut tidak bermuara atau berakhir di seorang Irvan Rivano Muchtar, melainkan masih ada aliran lainnya yang nanti berujung di salah seorang nama dengan tujuan untuk pembiayaan pemenangan pemilu.
“Sering saya sebutkan dalam setiap pernyataan saya, muara itu bukan di bupati. Dan ini memang sudah menjadi tradisi, apalagi untuk momentum politik. Dana yang terkumpul nantinya digunakan untuk pemenangan salah satu parpol, utamanya di Pemilu 2019,” kata dia.

Menurutnya, tersangka keempat dalam kasus OTT, yakni Tubagus Cepy Sethiady (TCS) merupakan saksi kunci untuk mengungkap aliran dana tersebut. Pasalnya, tugas dari orang tersebut merupakan perantara dari MKKS dan Disdik ke muara terakhir aliran dana.

“Dia (Cepy, red) yang jadi kunci untuk mengungkap aliran dananya. Kami dukung penuh setiap pergerakan KPK untuk mengungkap kasus yang memang terjadi hampir di setiap tahun anggaran ini,” ucap dia.

Di sisi lain, salah seorang mantan pejabat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, pemotongan anggaran alokasi untuk pendidikan memang paling parah terjadi di tahun ini.

Bahkan, lanjut dia, di anggaran tahun ini pembangunan ruang kelas menjadi yang terbanyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, termasuk pada saat pejabat sebelum Cecep Sobandi.

“Saya tidak tahu kenapa, alokasi untuk pembangunan kelas baru di tahun ini menjadi paling banyak. Biasanya sebatas pengadaan sarana sekolah,” kata dia.
Dia mengatakan, para kepala sekolah saat ini dibebankan dalam banyak hal. Mulai dari sekitar 15 persen fee dari DAK untuk fisik gedung, hingga dana sebesar Rp 10 juta sampai Rp 20 juta penguatan supaya mereka tidak dicopot atau dipindahkan dari jabatan kepala sekolah.

Di samping itu, ada juga guru di wilayah tertentu yang tetap dipungut meskipun tidak mendapatkan alokasi dana di 2018, namun nilainya hanya jutaan rupiah.
“Mirisnya lagi, ada juga pungutan dana sebesar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta untuk pemenangan salah satu calon untuk parpol tertentu yang dekat dengan kepala dinas,” ungkapnya.

Pungutan terhadap para kepala sekolah dan penyelenggara pendidikan lainnya, lanjut dia, secara otomatis akan berimbas pada bantuan untuk sekolah dan siswa. “Ya darimana kepala sekolah dapat anggaran besar, yang jadi korban tentunya para siswa. Makanya sangat miris dengan kondisi saat ini,” tegas dia.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, menuturkan, menyebutkan, pihaknya akan memberikan perhatian khusus untuk dinas pendidikan dan kebudayaan. Hal itu untuk mengantisipasi adanya penyalahgunaan wewenang untuk alokasi 2019.
Dia juga menekankan agar para pejabat tetap berpegang fakta integritas yang dibuat bersama KPK, belangan ini. Meskipun pada kenyataannya masih ada pejabat yang melanggar upaya pencegahan tersebut.

“Itu kan upaya, tapi kami harap yang lain masih berpegang pada fakta integritas menolak korupsi. Saya pun akan bekerja keras untuk mencegah hal ini terulang lagi,” pungkasnya.(bay/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.