Pasca OTT Bupati, Ruangan Disdik Cianjur Terkunci

Sekdis Dikbud Asep Seapurohman: Kantor Disdikbud Kedatangan Lima Orang yang Tidak Dikenal Membawa Kunci Ruangan Kepala Dinas

0 136

CIANJUR – Pasca OTT Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar dan sejumlah pejabat di lingkungan pendidikan, Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur terpantau sepi.

Berdasarkan pantauan, sejak pagi hingga siang menjelang suasana di lingkungan Kantor Disdik Cianjur, sepi tidak seperti biasanya. Ruangan Kepala Dinas Cecep Sobandi dilantai II kantor tersebut dalam keadaan terkunci, sedangkan hal yang sama terlihat di ruangan Kabid SMP Rosidin, namun lampu dalam ruangan terlihat masih menyala.

Beberapa orang staf di ruangan kabid, terlihat hanya berbincang-bincang, bahkan ketika sejumlah pewarta datang mereka langsung terdiam, seorang diantaranya mengatakan kalau kabid tidak terlihat sejak pagi.

Namun, Sekretaris Dinas Pendidikan Cianjur, Asep Seapurohman, mengatakan jika kantor Disdikbud kedatangan lima orang yang tidak dikenal membawa kunci ruangan kepala dinas dan ruang Kepala Bidang SMP yang terletak berjauhan.

Tetapi, dia belum bisa memastikan apakah kelima orang tersebut dari Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK) atau preman yang melakukan tindak kriminal terhadap dua orang penting di Dinas Pendidikan Cianjur.

“Saya hanya mendapat cerita dari beberapa orang staf terkait kedatangan lima orang yang tidak dikenal membawa kunci ruangan kadis dan Kabid. Mereka datang pagi-pagi, empat orang laki-laki dan satu orang perempuan,” katanya kepada wartawan.

Dia menjelaskan, tidak tahu menahu terkait ditangkapnya kedua orang petinggi di Disdik Cianjur itu, terkait kasus apa atau operasi tangkap tangan, namun dia mengiyakan kedua orang tersebut tidak terlihat sejak pagi hingga siang menjelang, bahkan telepon selular keduanya tidak dapat duhubungi.

“Saya masih melakukan kordinasi dengan staf terkait masalah Ini. Untuk pastinya nanti kalau sudah ada informasi lebih lanjut,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar bersama beberapa pejabat dikabarkan terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK), Selasa (12/12). Diduga penangkapan tersebut terkait transaksi suap dana di bidang pendidikan.(bay/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.