KPKJA Tuding Perataan Tanah Jadi Penyebab Pendangkalan

0 82

CIANJUR – Kelompok Petani Keramba Jaring Apung (KPKJA) di genangan Waduk Cirata Jangari menilai kerusakan yang di alami puluhan petani pasca hujan deras pada beberapa hari kebelakang, selain kiriman sampah dan kayu-kayu besar juga disebabkan adanya perataan tanah HGU di Raped atau sekitaran sungai Cibalagung.

“Faktor utama kerusakan puluhan unit KJA di Jangari ini akibat banyaknya sampah dan juga pendangkalan yang diakibatkan adanya perataan tanah HGU di wilayah Raped yang tak jauh dari sungai Cibalagung yang alirannya langsung bermuara ke Jangari,” kata Wakil Ketua KPKJA Cirata Wawan, belum lama ini.

Wawan mengatakan, semenjak adanya perataan tanah di wilayah Kecamatan Mande dan Kecamatan Karangtengah dalam kurun waktu satu tahun terakhir, pendangkalan di sekitaran bibir pantai Jangari itu sangat terlihat sekali.

“Awalnya sebelum diratakan, lahan tersebut merupakan perkebunan karet. Lokasinya di Raped dan berada di dua wilayah Kecamatan Karangtengah dan Kecamatan Mande,” katanya.

Menurutnya, pada saat hujan turun, maka jalan lintasan Cianjur – Jangari dekat dengan jembatan Raped dipastikan akan tertutupi tanah merah dan nantinya akan mengalir ke sungai Cibalagung dan berakhir ke di Pantai Jangari.

“Jangankan ada hujan deras, hujan biasa saja dipastikan tanah merah itu akan menutupi badan Jalan,” terang Wawan.

Sementara seorang warga, Edi berharap kepada pemerintah daerah agar lahan HGU yang saat ini sudah dilakukan perataan cepat diolah dan kalau tidak kembali ditanami pohon agar ada penghijauan.

“Dari pas dilakukan alih fungsi lahan tersebut, hanya jarak kurang lebih satu tahun dampaknya sangat terasa bagi para petani ikan di Jangari,” katanya.

Edi mengatakan, penebangan dan perataan tanah tersebut sudah berjalan empat tahun. dan berharap ada aksi untuk mengantisipasi terjadinya pendangkalan. (yis/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.